Pria Penyerang Kediaman Sam Altman Didakwa Percobaan Pembunuhan

Seorang pria didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap CEO OpenAI Sam Altman setelah menyerang kediamannya menggunakan bom molotov.

Tersangka bernama Daniel Moreno-Gama didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap CEO OpenAI Sam Altman setelah melakukan serangan bom molotov di San Francisco pada pekan lalu. Pihak berwenang menyebut aksi ini didasari oleh kebencian tersangka terhadap teknologi kecerdasan buatan.

Dilansir dari Detik iNET, Moreno-Gama melemparkan perangkat peledak ke rumah Altman sekitar pukul 03.37 pagi waktu setempat. Serangan tersebut menyebabkan api berkobar di bagian atas gerbang masuk rumah, namun tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Selain dakwaan pembunuhan, Moreno juga menghadapi tuntutan federal atas penghancuran properti menggunakan bahan peledak serta kepemilikan senjata api tidak terdaftar. Penyelidikan mengungkap bahwa aksi ini merupakan serangan yang telah direncanakan dengan target spesifik.

"Dakwaan yang diumumkan hari ini mencerminkan eskalasi yang sangat mengkhawatirkan dari sekadar niat menjadi tindakan kekerasan yang menargetkan kediaman pribadi dan perusahaan teknologi," kata Matt Cobo, Penjabat Agen Khusus FBI.

Petugas kepolisian San Francisco menemukan dokumen milik tersangka yang merinci rencana pembunuhan Altman. Dalam dokumen berjudul Peringatan Terakhir Anda, Moreno menuliskan peringatan tentang risiko kepunahan umat manusia akibat pengembangan AI yang dilakukan oleh perusahaan riset tersebut.

Dua jam setelah menyerang kediaman Altman, tersangka mendatangi markas OpenAI sekitar pukul 05.00 pagi. Ia sempat merusak pintu kaca dengan kursi dan mengancam akan membunuh siapa pun yang berada di dalam gedung sebelum akhirnya diringkus petugas.

Direktur FBI Kash Patel mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan operasi lanjutan di Texas yang berkaitan dengan kasus ini. Dokumen tersangka juga diketahui mencantumkan nama dan alamat sejumlah eksekutif serta investor teknologi lainnya sebagai target tambahan.

Pihak OpenAI menyatakan apresiasi atas respons cepat kepolisian dalam menjaga keamanan karyawan mereka. Sementara itu, Sam Altman melalui blog pribadinya mengakui bahwa situasi beberapa tahun terakhir memberikan tekanan tinggi bagi dirinya secara personal.

Recommended