DJI Gugat Arashi Vision Terkait Paten Drone

DJI menggugat Arashi Vision, induk Insta360, atas dugaan pelanggaran paten teknologi inti drone. Saham Arashi Vision turun 7% akibat gugatan.

Persaingan sengit terjadi di industri drone setelah DJI secara resmi menggugat Arashi Vision, perusahaan induk Insta360, terkait dugaan pelanggaran paten teknologi inti drone.

Gugatan yang telah diterima dan diproses di pengadilan Shenzhen ini diajukan karena DJI mengklaim bahwa enam paten milik Arashi Vision seharusnya menjadi hak milik mereka. DJI berargumen bahwa paten tersebut dikembangkan oleh mantan karyawan DJI dalam kurun waktu kurang dari setahun setelah mereka keluar dari perusahaan.

Menurut hukum paten China, kasus ini termasuk dalam kategori 'service invention', yaitu inovasi yang masih berkaitan dengan pekerjaan sebelumnya. Apabila klaim DJI terbukti benar, hak paten tersebut berpotensi dialihkan kepada perusahaan lama.

Paten yang dipersengketakan mencakup sistem kontrol penerbangan, desain struktur, hingga pemrosesan gambar. Teknologi ini merupakan fondasi utama dalam pengembangan drone modern.

Gugatan ini berdampak langsung pada pasar. Saham Arashi Vision mengalami penurunan sekitar 7% setelah kabar gugatan mencuat, yang mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap potensi risiko bisnis yang mungkin timbul.

Kasus ini juga mengungkap detail menarik, yaitu identitas sejumlah penemu dalam paten China yang awalnya anonim. Namun, identitas mereka terungkap dalam dokumen internasional dan diketahui bahwa mereka adalah mantan insinyur inti DJI yang sebelumnya terlibat dalam proyek drone penting.

Insta360 menyatakan tengah melakukan peninjauan internal terkait gugatan ini, seperti dikutip detikINET dari Dronedj, Rabu (25/3/2026).

Perseteruan ini tidak terlepas dari perubahan lanskap industri drone. Selama ini, DJI mendominasi pasar drone, sementara Insta360 berfokus pada kamera 360 derajat. Namun, batasan ini mulai menghilang.

Insta360 memasuki pasar drone dengan produk Antigravity A1 yang menawarkan perekaman video 360 derajat 8K. Teknologi ini belum dimiliki oleh drone buatan DJI.

DJI mulai merambah pasar kamera 360 melalui lini Osmo, termasuk Osmo 360. Mereka juga bersiap meluncurkan Avata 360, drone FPV dengan kamera 360 derajat yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.

Avata 360 diklaim akan membawa perekaman 8K 360 derajat, sensor rintangan yang ditingkatkan, dan navigasi berbasis LiDAR. Jika terwujud, Avata 360 berpotensi menggabungkan kekuatan drone dan kamera 360 dalam satu perangkat.

Gugatan DJI dinilai sebagai strategi untuk mengamankan teknologi kunci di tengah munculnya kategori baru drone 360. Perusahaan yang menguasai teknologi dasar akan memimpin pasar jika segmen ini berkembang.

Kasus ini berpotensi berdampak luas pada industri teknologi, terutama terkait mobilitas talenta. Putusan pengadilan nantinya dapat menjadi preseden penting mengenai batasan pengetahuan yang boleh dibawa karyawan saat berpindah kerja.

Bagi Insta360, gugatan ini menjadi ujian besar dalam ekspansi ke pasar drone. Bagi DJI, langkah ini menegaskan ambisi mereka untuk tetap dominan, tidak hanya di perangkat terbang, tetapi juga seluruh ekosistem imaging dari udara.

Recommended