Elon Musk, melalui pernyataannya dalam kasusnya melawan OpenAI, menuding bahwa perusahaan tersebut menjadi penyebab pengguna mengakhiri hidupnya. Tuduhan ini dilontarkan, dan menampik bahwa Grok, AI yang ada di platform X, menjadi penyebabnya.
Musk menyerang rekam jejak keamanan OpenAI, dengan menyatakan bahwa perusahaannya lebih mengutamakan keselamatan pengguna.
"Tidak ada yang bunuh diri karena Grok, tetapi tampaknya mereka melakukannya karena ChatGPT," kata Musk.
Komentar ini muncul saat menjawab pertanyaan tentang surat terbuka yang ditandatangani Musk pada Maret 2023. Surat itu berisi permintaan agar laboratorium AI menghentikan sementara pengembangan sistem AI yang lebih canggih dari GPT-4 selama enam bulan.
Surat tersebut, yang juga ditandatangani oleh lebih dari 1.100 orang, menyoroti kurangnya perencanaan dan manajemen di laboratorium AI. Mereka menganggap laboratorium AI terjebak dalam 'perlombaan yang tak terkendali untuk mengembangkan dan menyebarkan kecerdasan digital yang semakin canggih'.
Transkrip kesaksian video Musk diajukan secara publik pada akhir Februari, menjelang persidangan juri yang diperkirakan akan berlangsung bulan ini.
Gugatan terhadap OpenAI berpusat pada perubahan perusahaan dari laboratorium penelitian AI nirlaba menjadi perusahaan yang berorientasi pada laba. Musk mengklaim ini melanggar perjanjian pendirian OpenAI. Ia berargumen bahwa hubungan komersial OpenAI dapat mengganggu keamanan AI karena akan mengutamakan kecepatan, skala, dan pendapatan daripada masalah keamanan.
Namun, xAI juga menghadapi masalah keamanannya sendiri. X dibanjiri gambar telanjang tanpa persetujuan yang dihasilkan oleh Grok, beberapa di antaranya dikatakan sebagai anak di bawah umur. Hal ini memicu penyelidikan oleh kantor Jaksa Agung California, Uni Eropa, dan pemerintah lain.
Musk mengklaim ia menandatangani surat tentang keamanan AI karena itu adalah ide yang bagus, bukan karena ia baru saja mendirikan perusahaan AI yang ingin bersaing dengan OpenAI.
"Saya menandatanganinya, seperti yang dilakukan banyak orang, untuk mendesak kehati-hatian dalam pengembangan AI," kata Musk.
"Saya hanya ingin… keamanan AI diprioritaskan," sambungnya.
Musk juga menjawab pertanyaan tentang kecerdasan buatan umum (AGI), dengan mengatakan itu memiliki risiko. Ia juga mengingat mengapa OpenAI didirikan, karena dirinya khawatir tentang bahaya Google menjadi monopoli di bidang AI. Percakapannya dengan Larry Page, salah satu pendiri Google, membuatnya khawatir karena Page tampaknya tidak menganggap serius keamanan AI.