Perusahaan teknologi asal Swedia, Ericsson, resmi menduduki peringkat pertama dalam laporan Frost Radar: 5G Network Infrastructure 2026 pada Senin (11/5/2026). Capaian ini menandai keberhasilan perusahaan dalam memimpin sektor inovasi dan pertumbuhan industri telekomunikasi global selama enam tahun berturut-turut.
Dilansir dari Medcom, Ericsson berhasil mengungguli lebih dari 100 pelaku industri global, dengan 20 di antaranya merupakan pesaing utama yang masuk dalam evaluasi mendalam. Laporan dari Frost & Sullivan tersebut menyoroti kemampuan perusahaan dalam menyediakan infrastruktur jaringan yang cerdas dan efisien.
Dominasi ini didukung oleh investasi besar pada sektor Riset dan Pengembangan (R&D) yang mencapai hampir 21 persen dari total pendapatan perusahaan pada tahun 2025. Dana tersebut difokuskan pada pengembangan network API dan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk mengotomatisasi operasional jaringan di berbagai lini produk.
Portofolio produk yang dinilai mencakup Radio Access Network (RAN), transport, serta core dan edge network. Penerapan AI pada teknologi seperti Massive MIMO diklaim telah memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan fleksibilitas jaringan 5G yang lebih terbuka.
Selain keunggulan teknologi, perusahaan mencatatkan penurunan konsumsi energi pada pangkalan stasiun radio (base station) baru sebesar 40 persen hingga tahun 2025. Ericsson menargetkan peningkatan efisiensi energi hingga 50 persen pada tahun 2027 melalui pembaruan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan.
Di tingkat nasional, President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menjelaskan bahwa teknologi ini akan mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan infrastruktur digital. Pihaknya berupaya mempercepat pembangunan ekosistem 5G yang aman dan efisien bersama para operator seluler lokal.
"Ericsson berkomitmen menghadirkan teknologi yang terbukti secara global untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045," kata Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia. Upaya ini mencakup kolaborasi strategis guna mendorong transformasi digital di berbagai sektor ekonomi nasional.