Fenomena Astronomi Flower Moon Hiasi Langit Indonesia 1 Mei 2026

Purnama Flower Moon mencapai puncaknya pada Jumat, 1 Mei 2026, menandai fenomena bulan purnama kelima sepanjang tahun ini dengan karakteristik mikromoon.

Fenomena astronomi purnama Flower Moon atau Bulan Bunga akan mencapai titik puncaknya di langit Indonesia pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Peristiwa ini dapat disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang di wilayah dengan kondisi cuaca cerah bertepatan dengan libur Hari Buruh nasional.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, istilah Flower Moon dipopulerkan oleh suku asli Amerika karena kemunculannya bertepatan dengan masa mekarnya berbagai jenis bunga di belahan bumi utara. Secara visual, bulan tidak mengalami perubahan bentuk namun tetap memancarkan cahaya kuning pucat hingga putih perak.

Data dari laman FMIPA Unesa menunjukkan bahwa meskipun fase purnama terjadi pada siang hari waktu Amerika, di Indonesia momen ini menjadi kesempatan bagi warga untuk melakukan pengamatan saat malam hari. Para pengamat cukup mengarahkan pandangan ke cakrawala timur untuk melihat terbitnya bulan setelah matahari terbenam.

Flower Moon tahun ini dikategorikan sebagai mikromoon karena posisi bulan berada dekat dengan titik terjauh dari Bumi atau apogee. Hal ini berbeda dengan supermoon, sehingga ukuran bulan akan tampak sedikit lebih kecil dibandingkan rata-rata purnama biasanya.

Bulan Mei 2026 tercatat memiliki keunikan karena akan terjadi dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender. Setelah kemunculan Flower Moon pada awal bulan, fenomena berikutnya adalah Blue Moon yang dijadwalkan terjadi pada tanggal 31 Mei 2026.

Tahun 2026 sendiri diprediksi akan memiliki total 13 kali bulan purnama, termasuk gerhana bulan total Blood Moon yang telah terjadi pada Maret lalu. Rangkaian fenomena ini akan berlanjut hingga akhir tahun dengan kemunculan Supermoon pada bulan November dan Desember mendatang.

Recommended