Halo Robotics (PT Halo Indah Permai) resmi menggandeng produsen robot asal China, Unitree, untuk mendistribusikan teknologi robot berkaki empat (quadruped) dan humanoid ke pasar Indonesia pada Kamis (23/4/2026). Kemitraan ini mencakup penyediaan layanan purna jual, garansi, hingga pelatihan operasional bagi pengguna di tanah air.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kerja sama ini menandai masuknya Unitree secara resmi ke pasar Asia Tenggara setelah menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar robot quadruped global. Hingga tahun 2025, perusahaan yang berbasis di Hangzhou tersebut telah mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped dan 5.500 unit robot humanoid di seluruh dunia.
Managing Director Halo Robotics, Johannes Soekidi, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar bagi implementasi robot ground karena luasnya sektor industri berisiko tinggi. Sektor pertambangan, minyak dan gas, serta pertanian menjadi target utama penggunaan teknologi ini untuk menggantikan peran manusia di lingkungan berbahaya.
"Teknologi robot ground sudah memasuki tahap komersialisasi nyata di tingkat global. Indonesia memiliki kebutuhan langsung terhadap robot yang mampu beroperasi di lingkungan berbahaya dan sulit dijangkau," ujar Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotics.
Johannes menambahkan bahwa penggunaan robotika merupakan titik balik transformasi Industry 4.0 di Indonesia yang mampu meningkatkan efisiensi operasional. Pihaknya optimistis implementasi ini akan memberikan pengembalian investasi (ROI) yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan di sektor manufaktur dan perkebunan.
Global Sales Director Unitree, Irving Chen, memproyeksikan Indonesia akan masuk dalam daftar 10 pasar terbesar Unitree secara global dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai kecepatan adaptasi perusahaan lokal terhadap teknologi baru dan tantangan logistik yang besar di Indonesia menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan permintaan.
Unitree menghadirkan lini produk spesifik seperti model Go2, As2, dan A2 untuk kebutuhan inspeksi fasilitas serta patroli keamanan. Selain itu, terdapat robot humanoid model G1, H2, dan R1 yang dirancang khusus untuk riset dan otomasi industri dengan dukungan pemrosesan AI secara luring.