Harga PC Entry-Level Diprediksi Hilang pada 2028

Gartner memprediksi segmen PC entry-level di bawah USD 500 akan hilang pada 2028 karena lonjakan harga memori.

Segmen pasar PC entry-level dengan harga di bawah USD 500 atau sekitar Rp 7,8 juta, diprediksi akan menghilang pada tahun 2028. Lonjakan harga memori yang didorong oleh pasar AI menjadi penyebab utama perangkat murah tersebut dianggap tidak lagi layak diproduksi.

Menurut laporan terbaru dari Gartner, biaya gabungan antara DRAM dan solid-state drive (SSD) diperkirakan akan melonjak hingga 130% pada akhir tahun 2026. Kondisi ini diperkirakan akan mendorong kenaikan harga PC sebesar 17% dibandingkan tahun 2025, dan smartphone sebesar 13%.

Kenaikan biaya komponen ini diprediksi akan menekan pengiriman PC secara global sebesar 10,4% dan smartphone sebesar 8,4% pada tahun 2026.

Tekanan terbesar berasal dari komponen memori. Porsinya dalam total biaya produksi (bill of materials/BOM) PC diperkirakan akan naik menjadi 23%, meningkat dari 16% pada tahun 2025.

"Kenaikan tajam ini menghilangkan kemampuan vendor untuk menyerap biaya, membuat laptop entry-level dengan margin tipis menjadi tidak layak," tulis Gartner, seperti dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (3/3/2026).

Saat ini, PC tanpa GPU dedicated masih dapat ditemukan dengan harga di bawah USD 500. Perangkat ini umumnya menyasar pelajar atau pengguna yang membutuhkan perangkat untuk pekerjaan ringan dan akses web. Namun, dengan biaya komponen yang terus meningkat, kategori ini diperkirakan akan menyusut hingga akhirnya menghilang.

Senior Director Analyst di Gartner, Ranjit Atwal, menyatakan bahwa efek lanjutan dari situasi ini adalah menyempitnya pilihan perangkat di pasar. Harga yang lebih tinggi akan membuat konsumen dan perusahaan menahan perangkat lebih lama, sehingga mengubah siklus upgrade.

Gartner memperkirakan umur pakai PC akan meningkat 15% untuk pembeli bisnis dan 20% untuk konsumen pada akhir tahun 2026. Namun, memperpanjang penggunaan perangkat lama berpotensi meningkatkan risiko keamanan dan tantangan pengelolaan sistem yang sudah usang.

Krisis memori ini juga mulai berdampak pada produk lain. Valve sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa stok Steam Deck OLED menipis akibat masalah komponen dan harga. Bahkan, beberapa vendor menawarkan laptop murah dengan klaim penyimpanan 1,2TB, meskipun 1TB di antaranya berupa langganan cloud satu tahun.

Recommended