Harga RAM Menurun, Namun Pasokan Chip Diprediksi Ketat hingga 2030

Kenaikan harga RAM mulai melandai dan menunjukkan penurunan, salah satunya dipicu algoritma TurboQuant Google. Namun, pasokan chip diprediksi masih terbatas hingga 2030.

Fluktuasi harga RAM yang sempat melonjak tinggi kini menunjukkan tanda-tanda penurunan, meskipun perubahannya masih tergolong minor. Fenomena ini diduga terkait dengan diperkenalkannya algoritma baru Google, TurboQuant, yang diklaim dapat menekan biaya produksi memori secara signifikan.

Selain inovasi teknologi, masalah pendanaan yang dialami oleh OpenAI juga disebut-sebut berkontribusi pada moderasi harga RAM saat ini. Namun, gambaran pasar secara keseluruhan masih belum sepenuhnya menggembirakan bagi konsumen.

Sebagaimana diberitakan oleh Detik iNET pada Kamis (2/4/2026), salah satu contoh produk yang mengalami kenaikan dan kemudian penurunan harga adalah RAM Corsair Vengeance RGB DDR5-6000 32 GB kit. Produk memori ini tiga tahun lalu dijual sekitar USD 90, setara dengan Rp 1,5 juta.

Ketika krisis pasokan melanda, harga kit RAM tersebut melonjak tajam, mencapai kisaran USD 400 dengan penawaran tertinggi hingga USD 440.

Harga perangkat ini terus berfluktuasi di sekitar angka tersebut sampai awal Maret 2026. Setelah periode tersebut, terjadi penurunan harga yang membawanya ke angka USD 370.

Penurunan tersebut dianggap signifikan dari puncaknya, menawarkan sedikit kelegaan bagi para gamer yang ingin melakukan upgrade. Meski demikian, harga saat ini masih jauh dari harga normal sebelum krisis.

Modul DDR5 dari Corsair memang cenderung lebih terjangkau dibanding memori sejenis dari produsen lain, faktor yang kemungkinan mendasari beberapa laporan tentang penurunan harga. Namun, situasi di produsen lain menunjukkan tren yang kurang positif.

Di sisi lain, kondisi krisis pasokan komponen vital masih jauh dari usai. Industri semikonduktor diperkirakan akan menghadapi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan dalam jangka waktu yang cukup panjang.

SK Hynix, salah satu pemain besar di industri semikonduktor, memprediksi bahwa disrupsi ini bisa berlanjut hingga tahun 2030. Ketua SK Group, Chey Tae-won, menegaskan bahwa rantai pasokan memori dan chip silikon tidak akan pulih dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Chey Tae-won dalam acara NVIDIA GTC 2026 yang berlangsung di San Jose, Amerika Serikat. Ia mengakui bahwa industri kesulitan untuk memenuhi lonjakan permintaan, terutama dari perusahaan teknologi raksasa dan proyek pusat data AI.

Recommended