Pemain Mobile Legends: Bang Bang di Indonesia terpantau mulai menerapkan strategi khusus guna meredam dominasi hero Cici di posisi EXP lane pada Jumat (24/4/2026). Penggunaan hero dengan kemampuan kontrol area dan durabilitas tinggi menjadi kunci utama untuk mematikan pergerakan lincah hero tersebut.
Dilansir dari Medcom, sejumlah hero seperti Phoveus dan Terizla terbukti efektif dalam membatasi mobilitas Cici. Mekanik baru Phoveus yang berbasis tanda (mark) memungkinkannya mengunci target secara konsisten tanpa bergantung pada kemampuan pindah tempat lawan.
Terizla dan Khaleed juga menjadi pilihan utama berkat ketahanan fisik yang tinggi. Terizla memanfaatkan efek kontrol kerumunan untuk mempersempit ruang gerak, sementara Khaleed menggunakan kerusakan besar di awal permainan untuk menekan fase pertumbuhan kekuatan Cici.
Efektivitas perlawanan terhadap Cici juga ditemukan pada penggunaan X.Borg yang dikombinasikan dengan item pemberi efek lambat. Sinergi ini mampu mengurangi kecepatan gerak Cici secara drastis sehingga strategi serang-lari (kiting) yang menjadi keunggulannya tidak dapat berjalan maksimal.
Hero Dyrroth dan Arlott turut direkomendasikan untuk menghadapi duel satu lawan satu. Arlott memanfaatkan gerakan aktif Cici untuk memicu tanda serangannya secara berulang, sedangkan Dyrroth harus memenangkan fase awal permainan sebelum Cici mencapai potensi maksimalnya di akhir laga.
Strategi penanganan Cici tidak terbatas pada pemilihan hero, tetapi juga mencakup penggunaan item khusus. Penggunaan Dominance Ice untuk peran tangki dan Sea Halberd bagi pemberi kerusakan fisik menjadi kewajiban guna meredam kemampuan regenerasi nyawa sang hero.
Langkah taktis tambahan melibatkan pemilihan mantra tempur seperti Petrify untuk mengunci pergerakan atau Sprint guna mengimbangi kecepatan Cici. Penekanan diletakkan pada penyelesaian pertarungan secara cepat melalui ledakan kerusakan untuk menghindari duel berdurasi panjang yang menguntungkan daya tahan Cici.