Huawei meluncurkan fitur deteksi risiko diabetes tanpa jarum suntik melalui perangkat Huawei Watch Fit 5 Pro yang tersedia mulai Selasa, 21 Mei 2026. Teknologi bernama Diabetes Risk Study ini menjadi terobosan baru dalam industri jam tangan pintar untuk membantu pengguna memantau kesehatan preventif.
Dilansir dari Detik iNET, perangkat ini mengandalkan sensor optik berbasis teknologi photoplethysmography (PPG) untuk mengukur risiko penyakit gula. Sensor tersebut bekerja dengan memantau perubahan aliran darah pada pembuluh mikro di area pergelangan tangan secara non-invasif.
Proses pengumpulan data denyut nadi dilakukan secara berkelanjutan dalam rentang waktu 3 hingga 14 hari. Pemantauan berlangsung terus-menerus selama siang dan malam guna mendapatkan profil kesehatan yang akurat bagi para penggunanya.
Sistem kemudian mengintegrasikan data denyut nadi tersebut dengan profil fisik pengguna, termasuk usia, jenis kelamin, tinggi, dan berat badan. Analisis menggunakan algoritma khusus ini bertujuan memberikan gambaran risiko diabetes secara menyeluruh bagi pemakai perangkat tersebut.
Hasil evaluasi kesehatan akan disajikan dalam tiga tingkatan kategori risiko, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Huawei menyatakan bahwa pengembangan fitur ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai institusi medis dan rumah sakit di Tiongkok serta Dubai untuk menjamin validitas data.
Fitur peringatan dini ini menjadi bagian dari ekosistem pemantauan Ultra Health yang dirancang guna mendukung deteksi dini kesehatan masyarakat. Di Indonesia, Huawei Watch Fit 5 Pro dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 3.699.000 selama periode penjualan hingga 20 Juni 2026.