Tim ilmuwan Amerika Serikat mengonfirmasi kemampuan ikan sapu-sapu untuk bergerak di atas daratan menggunakan teknik khusus guna mencari habitat baru atau kembali ke air pada Jumat (24/4/2026). Temuan ini mematahkan anggapan bahwa membuang ikan invasif tersebut ke darat cukup untuk memusnahkan populasinya.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Ichthyology & Herpetology Volume 109 Issue 2 tahun 2021 ini, sebagaimana dilansir dari Detik iNET, menyebutkan bahwa ikan dari famili Loricariidae tersebut berpindah tempat melalui metode reffling. Ikan mendorong tubuh mereka maju dengan memantulkan ekor ke tanah secara berulang.
Studi yang dipimpin oleh Noah R Bressman, Callen H Morrison, dan Miriam A Ashley-Ross bermula dari laporan warga serta pemerintah kota di Florida mengenai keberadaan ikan tersebut di daratan. Ikan yang dikenal sebagai pleco ini merupakan hama invasif yang mengancam ekosistem karena menghabiskan sumber makanan hewan air lain.
"Kulit tubuhnya memang tebal seperti baju zirah yang mengurangi fleksibilitas dibanding ikan lain. Tapi dia punya trik lain yaitu memantulkan ekor dan siripnya untuk mendorong badannya maju," kata Bressman, salah satu peneliti utama dalam studi tersebut.
Data penelitian menunjukkan ikan sapu-sapu memiliki daya tahan tinggi dan mampu bertahan hidup di luar air hingga 20 jam. Struktur kulit mereka yang keras bertindak sebagai tameng yang membantu mempertahankan kelembapan air di dalam tubuh selama berada di area kering.
Fenomena ini juga ditemukan pada interaksi predator alam, di mana burung bangau Heron biru seringkali membuang ikan sapu-sapu ke darat karena kesulitan melahap kulitnya yang keras. Setelah dibuang, ikan tersebut tetap dapat kembali ke sungai dan melanjutkan penyebarannya ke wilayah air tawar yang lebih hangat.
Populasi ikan invasif ini dilaporkan telah tersebar luas mulai dari Eropa hingga India. Bressman memberikan peringatan agar masyarakat tidak membantu penyebaran spesies ini dengan cara membuang koleksi akuarium ke sungai, mengingat perubahan iklim membuat suhu air semakin hangat dan mendukung habitat mereka.
Metode membuang ikan ke pinggir sungai oleh pemancing dinilai tidak lagi efektif untuk menekan angka populasi. Pemusnahan yang lebih permanen seperti penguburan atau penghancuran fisik disarankan guna mencegah ikan kembali ke ekosistem air.