Chan Zuckerberg Biohub Kucurkan USD 500 Juta untuk AI Sel Manusia

Chan Zuckerberg Biohub menginvestasikan USD 500 juta guna membangun model AI sel manusia untuk mempercepat pencegahan dan penyembuhan berbagai penyakit.

Organisasi riset Chan Zuckerberg Biohub mengumumkan investasi senilai USD 500 juta pada Rabu, 6 Mei 2026, untuk pengembangan model kecerdasan buatan (AI) sel manusia. Langkah ini bertujuan menciptakan sistem prediktif yang mampu mempercepat upaya penyembuhan dan pencegahan seluruh penyakit di masa depan.

Dana setengah miliar dolar AS tersebut dialokasikan untuk rencana kerja berdurasi lima tahun. Investasi ini difokuskan pada pemahaman interaksi sel pada tingkat organisme secara menyeluruh melalui teknologi komputasi canggih.

Dilansir dari Detik iNET, skema pendanaan tersebut membagi porsi USD 400 juta untuk pengembangan internal AI milik Biohub. Sementara itu, sisa dana sebesar USD 100 juta akan didistribusikan kepada berbagai peneliti pihak ketiga yang terlibat dalam proyek tersebut.

Model prediktif ini diharapkan mampu membuka jalan bagi kemajuan signifikan dalam bidang biosains. Para peneliti meyakini bahwa teknologi ini berpotensi menjadikan penyakit-penyakit mematikan yang mewabah saat ini hanya menjadi bagian dari sejarah medis.

"Untuk membangun kecerdasan buatan yang dapat merepresentasikan secara akurat seluruh kompleksitas biologi dan mempercepat penelitian ilmiah, kita membutuhkan data dengan skala yang jauh lebih besar daripada yang ada saat ini," ujar Kepala Sains Biohub, Alex Rives.

Rives menambahkan bahwa diperlukan teknologi baru untuk mengamati sel secara mendetail. Pengamatan tersebut harus mencakup skala molekuler hingga jaringan, baik dalam kondisi tubuh yang sehat maupun saat terpapar penyakit.

Chan Zuckerberg Biohub didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan, yang berlatar belakang dokter anak. Proyek ini memadukan penelitian biologi mutakhir dengan pembelajaran mesin untuk merancang perawatan baru secara lebih efisien.

Industri biologi berbasis AI saat ini tengah menjadi tren global yang melibatkan banyak perusahaan teknologi dan pengembang obat. Organisasi-organisasi tersebut berupaya memanfaatkan kemampuan mesin untuk memahami pola penyakit yang selama ini sulit dipecahkan secara manual.

Recommended