Iran Ancam Hancurkan Fasilitas Pusat Data OpenAI di Uni Emirat Arab

Militer Iran mengancam akan menyerang fasilitas pusat data Stargate milik OpenAI di Uni Emirat Arab sebagai balasan atas ancaman AS.

Militer Iran kembali melayangkan ancaman penyerangan terhadap fasilitas-fasilitas milik perusahaan Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah. Kali ini, target spesifik mereka adalah pusat data Stargate milik OpenAI yang berlokasi di Uni Emirat Arab.

Ebrahim Zolfaghari, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, secara tegas menyatakan ancaman pemusnahan total terhadap fasilitas-fasilitas AS dan Israel. Pusat data OpenAI yang diperkirakan bernilai USD 30 miliar di Abu Dhabi disebut sebagai target yang rentan, seperti terlihat dalam sebuah video yang tersebar di media sosial.

Zolfaghari menyampaikan bahwa jika AS terus melontarkan ancaman terkait fasilitas pembangkit listrik Iran, maka tindakan balasan akan segera diberlakukan, seperti dikutip dari Tom's Hardware, Senin (6/4/2026) yang dilansir Detik iNET.

Lebih lanjut, Zolfaghari menyatakan bahwa seluruh pembangkit listrik, infrastruktur energi, serta teknologi informasi dan komunikasi dari rezim Zionis, beserta perusahaan-perusahaan serupa di wilayah tersebut yang memiliki pemegang saham Amerika, akan menghadapi kehancuran total.

Setelah menampilkan pidato dari Zolfaghari, video tersebut memperlihatkan tangkapan layar satelit Abu Dhabi dari Google Maps. Area gurun yang tampak kosong di dekat pantai diduga merupakan fasilitas Stargate yang sengaja diburamkan oleh Google.

Namun, teks yang muncul di layar menyatakan, "Tidak ada yang dapat disembunyikan dari pandangan kita, meskipun disembunyikan oleh Google." Video kemudian beralih ke mode malam dari area peta yang sama, menampilkan keseluruhan pusat data Stargate di Abu Dhabi dengan jelas.

Proyek infrastruktur AI Stargate merupakan inisiatif kolaborasi yang melibatkan beberapa perusahaan teknologi terkemuka, termasuk OpenAI, Oracle, Nvidia, Softbank, dan Cisco. Fasilitas ini direncanakan akan dibangun di berbagai negara, salah satunya Stargate UAE di Uni Emirat Arab.

Stargate UAE akan mengandalkan daya komputasi sebesar 1 gigawatt dan didukung oleh sistem Nvidia Grace Blackwell GB300 terbaru. Klaster AI pertama dari Stargate UAE, dengan kapasitas 200 MW, diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2026.

Ancaman ini muncul setelah IRGC mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas komputasi awan Amazon di Bahrain dan pusat data Oracle di Dubai. Langkah tersebut disebut sebagai aksi balas dendam terhadap serangan yang dilakukan oleh AS.

Sebelumnya, IRGC juga merilis daftar target melalui Telegram yang berisi 18 perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat, di antaranya Nvidia, Microsoft, Apple, dan Google.

Recommended