Situasi di Timur Tengah terus memanas seiring konflik antara AS-Israel dan Iran. Muncul laporan mengenai dugaan bantuan kapal mata-mata dari China kepada Iran.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan keberadaan kapal Liaowang-1 di Teluk Oman. Keberadaan kapal ini memicu diskusi di kalangan pakar, mengingat kemampuannya yang bukan sembarangan.
Dilansir dari Oneindia dan The Canary, Selasa (10/3/2026), Liaowang-1 dilaporkan telah memasuki perairan Iran. Kapal ini memiliki fungsi utama sebagai pengumpul informasi intelijen.
Kapal ini diduga kuat sebagai bentuk dukungan China kepada Iran. Tugasnya adalah memantau pergerakan kapal perang dan pesawat tempur AS secara realtime, kemudian melaporkan posisinya kepada pihak Iran.
Serangan terhadap Liaowang-1 dapat diartikan sebagai serangan terhadap China. Oleh karena itu, kapal ini beroperasi di perairan internasional.
Meskipun belum ada konfirmasi mengenai peran Liaowang-1 sebagai mata-mata untuk Iran, penampakan kapal ini dilengkapi dengan kubah radar dan sensor canggih. Pakar menduga kapal ini mampu mendeteksi hingga 1.000 rudal secara bersamaan.
Kapal ini juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu identifikasi objek pengamatan dengan cepat, serta alat deteksi jarak jauh yang mampu menjangkau ribuan kilometer.
Liaowang-1 merupakan kapal pemantau generasi baru yang mulai beroperasi pada tahun 2025. Kapal dengan berat 30 ribu ton dan panjang 332 meter ini mampu melacak satelit, rudal, dan misi angkasa. Selain itu, kapal ini juga mengumpulkan data telemetri dari rudal yang diluncurkan.
Banyak pakar pertahanan meyakini bahwa Liaowang-1 mengumpulkan data intelijen dan elektronik dari area perang di Timur Tengah. Akan tetapi, sejumlah pihak meragukan kebenaran laporan mengenai keberadaan kapal mata-mata ini.
Menurut MT Anderson, seorang analis pertahanan dari Defense Express, kapal ini masih berada di Shanghai, China. Namun, ia tidak menampik kemungkinan bahwa China mengirim kapal mata-mata lain untuk membantu Iran, meskipun bukan Liaowang-1.
Data dari Marine Traffic dan Vesselfinder juga menunjukkan bahwa Liaowang-1 berada di Shanghai. Namun, sebelum perang AS-Israel vs Iran, Defence Industry sempat memberitakan pada tanggal 21 Februari 2026 bahwa Liaowang-1 berada di Teluk Persia sebagai bagian dari kerjasama pertahanan Iran-China.