Kemenhub Siapkan Strategi Antisipasi Mudik Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan menyiapkan strategi antisipasi pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran 2026, khususnya transportasi darat.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyusun strategi untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran, terutama bagi pengguna transportasi darat seperti mobil pribadi, motor, dan bus.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Korlantas Polri dan Kementerian PU untuk menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mencakup rekayasa lalu lintas.

Aan menyampaikan dalam keterangan tertulis pada Jumat (13/3/2026), rekayasa lalu lintas meliputi pembatasan operasional angkutan barang, penerapan *one way*, *contra flow*, ganjil-genap, serta pengaturan lalu lintas menuju pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Saat ini, Kemenhub sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurut Aan, pembatasan operasional angkutan barang bertujuan untuk melindungi keselamatan pemudik dan memastikan kelancaran perjalanan. Kebijakan ini mengatur mobilitas masyarakat dan distribusi barang agar keduanya berjalan aman selama arus mudik Lebaran.

Kemenhub juga menyiapkan sarana dan prasarana angkutan jalan, termasuk 177 terminal (115 Tipe A dan 62 Tipe B), serta 48 UPPKB yang difungsikan sebagai rest area. Kerja sama juga dilakukan dengan Kementerian Agama untuk menjadikan 115 masjid dan fasilitas umum sebagai titik istirahat sementara.

Selain UPPKB, masjid di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Semarang, Purworejo, dan Kebumen juga akan menjadi rest area hasil kerja sama dengan kepolisian dan Pemda.

"Kami juga akan menyediakan 401 bus mudik gratis yang memuat kapasitas sebanyak 15.834 penumpang dan 8 truk untuk mengangkut 240 sepeda motor dengan 34 kota tujuan mudik gratis meliputi provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera. Pendaftaran akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2026," jelas Aan.

Head of Researcher Lembaga Survei KedaiKOPI, Ashma Nur Afifa, menyatakan bahwa program Mudik Gratis yang diadakan berbagai pihak, termasuk Ditjen Hubdat, sangat dinantikan masyarakat.

Survei dilakukan melalui kuesioner *online* terhadap 1.053 WNI berusia 17-55 tahun pada 26 Februari hingga 7 Maret 2026.

"Ketertarikan masyarakat terhadap program mudik gratis juga besar, di mana sekitar 53,3 persen responden berminat untuk mengikuti mudik gratis. Minat masyarakat terhadap program mudik gratis pun melonjak dari tahun lalu," kata Ashma.

Survei KedaiKOPI tahun 2025 mencatat hanya 39 persen masyarakat yang berminat ikut program mudik gratis. Terdapat kenaikan minat lebih dari 10 persen pada tahun ini.

Recommended