Sony Interactive Entertainment secara resmi mengumumkan penyesuaian harga konsol PlayStation 5 (PS5) untuk wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang akan mulai berlaku efektif pada Kamis, 1 Mei 2026. Keputusan ini diambil oleh pihak perusahaan dengan alasan adanya tekanan ekonomi global yang terus berlanjut.
Kenaikan harga ini mencakup model PS5 versi standar maupun digital, dengan besaran kenaikan di Indonesia mencapai Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta per unit. Berdasarkan data yang dihimpun, penyesuaian harga ini menyusul langkah serupa yang sebelumnya telah diterapkan Sony di pasar Jepang, Eropa, dan Inggris.
Dilansir dari Detik iNET, harga terbaru PS5 di Indonesia per 1 Mei 2026 akan dipatok sebesar Rp11.399.000 untuk versi Disc Edition dan Rp9.999.000 untuk Digital Edition. Sebagai perbandingan, harga pada awal April 2026 tercatat masih berada di angka Rp9.699.000 untuk edisi kaset dan Rp8.199.000 untuk edisi digital.
"Dan setelah evaluasi yang cermat, kami menemukan bahwa ini adalah langkah yang diperlukan untuk memastikan kami dapat terus memberikan pengalaman bermain game yang inovatif dan berkualitas tinggi kepada para pemain di seluruh dunia," ujar Isabelle Tomatis, Wakil Presiden Pemasaran Global Sony Interactive Entertainment.
Selain unit konsol utama, perangkat tambahan PlayStation Portal juga mengalami perubahan harga menjadi Rp5.199.000 di pasar tanah air. Selain Indonesia, negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam juga terdampak oleh kebijakan harga baru ini dengan nominal yang bervariasi.
| Negara | PS5 Disc Edition | PS5 Digital Edition | PS5 Pro |
|---|---|---|---|
| Indonesia | Rp 11.399.000 | Rp 9.999.000 | – |
| Singapura | SGD 849 | SGD 764 | SGD 1.167 |
| Malaysia | MYR 2.799 | MYR 2.499 | MYR 3.999 |
| Thailand | THB 20.990 | THB 18.790 | THB 30.990 |
Kenaikan ini menjadi perhatian bagi para komunitas pemain game di kawasan Asia Tenggara mengingat besarnya selisih harga dibandingkan periode sebelumnya. Pihak Sony menyatakan tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan meskipun harus melakukan langkah penyesuaian harga di tengah kondisi ekonomi saat ini.