Kenaikan Harga PS5 Berpotensi Dorong Xbox dan Switch Ikut Mahal

Harga konsol PlayStation 5 yang meningkat memicu kekhawatiran serupa untuk Xbox Series X|S dan Nintendo Switch 2, imbas kelangkaan memori dan biaya produksi.

Kenaikan harga PlayStation 5 (PS5) dan PS5 Pro telah menimbulkan kekhawatiran meluas di sektor permainan global. Situasi ini mengindikasikan bahwa konsol lain seperti Xbox Series X|S dan Nintendo Switch 2 berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat, menurut analisis industri.

Tekanan utama di balik tren kenaikan harga ini bersumber dari kelangkaan memori (DRAM) dan peningkatan biaya komponen. Faktor-faktor ini secara signifikan memengaruhi biaya produksi konsol, sehingga mendorong produsen untuk menyesuaikan harga jual.

Analis dari Ampere Analysis, Piers Harding-Rolls, menyatakan bahwa lonjakan harga PS5 yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat dan Eropa, adalah respons langsung terhadap kenaikan biaya komponen. Dikutip dari Medcom yang melansir laporan Notebookcheck.net, Harding-Rolls menyebut bahwa masalah ini bukan insiden terisolasi, melainkan tantangan yang turut dirasakan oleh Microsoft dan Nintendo.

Untuk menjaga margin keuntungan perangkat keras yang semakin tipis, kenaikan harga dianggap sebagai langkah yang sulit dihindari. Krisis kelangkaan komponen memori dan penyimpanan menjadi penyebab utama tingginya biaya produksi.

Meskipun Sony sebelumnya dilaporkan memiliki cadangan DRAM yang substansial, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa krisis belum mereda. Hal ini berdampak pada biaya produksi yang tetap tinggi dalam jangka panjang.

Harding-Rolls memprediksi bahwa Microsoft dan Nintendo kemungkinan akan mengikuti langkah serupa untuk melindungi margin perangkat keras mereka. Prediksi ini mencakup lini konsol Xbox yang baru dirilis maupun Switch 2 yang akan segera hadir.

Sebenarnya, Microsoft telah menaikkan harga konsol Xbox pada tahun 2025. Namun, penyesuaian tersebut dilakukan sebelum lonjakan harga komponen semakin parah seperti yang terjadi saat ini. Sementara itu, Nintendo masih berupaya menahan harga untuk konsol terbarunya, meskipun potensi kenaikan harga tetap terbuka.

Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, sebelumnya telah mengakui berbagai tantangan yang dihadapi industri, meski belum memberikan konfirmasi mengenai kenaikan harga dalam waktu dekat.

Selain faktor industri, konflik geopolitik global, seperti perang di Iran, turut memperparah situasi. Gangguan distribusi di Timur Tengah berpotensi meningkatkan biaya produksi yang pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. Analis menilai, kondisi ini juga berkontribusi pada kenaikan harga PS5 yang melebihi perkiraan awal.

Dengan kombinasi kelangkaan memori dan ketegangan geopolitik, industri game menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan harga yang kompetitif. Jika prediksi ini akurat, konsumen tidak hanya akan menghadapi harga PS5 yang lebih tinggi, tetapi juga potensi kenaikan harga untuk konsol Xbox dan Switch 2.

Recommended