Krafton Beri Insentif Rp 1,1 Miliar untuk Karyawan yang Melahirkan

Krafton memberikan insentif hingga 100 juta won bagi karyawan yang melahirkan demi membantu mendongkrak angka kelahiran di Korea Selatan.

Langkah nyata diambil oleh Krafton dalam mendukung peningkatan angka kelahiran di Korea Selatan. Perusahaan pemilik game kondang PUBG: Battlegrounds ini menawarkan uang insentif hingga 100 juta won atau berkisar Rp 1,1 miliar bagi para pekerjanya.

Seperti dilansir dari Detik iNET, dana bantuan tersebut dialokasikan bagi staf yang melahirkan anak setelah tanggal 1 Januari 2025. Perusahaan memberikan dana apresiasi ini untuk setiap satu anak yang dilahirkan oleh anggota tim mereka.

Penerapan kebijakan solutif ini sengaja dirancang demi membantu mengatasi problematika nasional terkait penurunan jumlah kelahiran baru. Fokus program tidak hanya menyasar pada aspek finansial, melainkan juga menjawab tantangan sosial dalam dinamika persalinan serta perawatan buah hati.

Pihak manajemen juga berkomitmen menghadirkan ruang kerja yang mendukung keselarasan antara karier dan urusan domestik. Upaya non-tunai turut diperkuat, di antaranya lewat perpanjangan masa cuti orang tua hingga dua tahun dan otomatisasi perekrutan tenaga pengganti sementara.

Implementasi kebijakan baru ini membuahkan hasil positif dengan lonjakan jumlah kelahiran di lingkungan internal dari Januari hingga April tahun ini sebesar dua kali lipat. Sebanyak 46 anak tercatat lahir pada 2026, meningkat dari periode yang sama pada 2025 yang berjumlah 23 anak dan 2024 yang berjumlah 21 anak.

Evaluasi mendalam mengenai efek riil regulasi ini dijalankan melalui kolaborasi riset bersama Pusat Penelitian Kebijakan Kependudukan Universitas Nasional Seoul. Hasil studi menunjukkan bahwa skema bantuan tunai dan fasilitas non-tunai menghadirkan dampak yang berbeda bagi pekerja.

Kucuran dana langsung seperti tunjangan persalinan dinilai efektif menyalurkan pesan kepedulian tulus dari korporasi terhadap isu sosial kependudukan, bukan sekadar memicu kelahiran secara instan. Sebanyak 83,4% responden dalam survei memandang positif ketulusan pesan ramah keluarga tersebut.

Sementara itu, fleksibilitas durasi kerja dan penyediaan ekosistem pengasuhan anak yang kondusif berhasil memicu loyalitas serta keterikatan staf. Adanya support sistem yang nyata ini pada akhirnya melahirkan pandangan yang jauh lebih optimistis terhadap keputusan untuk memiliki keturunan.

"Ke depannya, Krafton akan terus mempraktikkan tanggung jawab sosial perusahaan secara teladan melalui sistem dukungan persalinan dan perawatan anak serta menumbuhkan budaya di mana pekerjaan dan keluarga dapat seimbang," kata Kepala Departemen Operasi Umum di Krafton, Choi Jae-geun.

Recommended