Laptop Windows Berbasis Arm dengan Chip Snapdragon X2 Masuk Pasar

Laptop Windows berbasis Arm yang ditenagai chip Snapdragon X2 dari Qualcomm mulai tersedia, menawarkan performa dan efisiensi daya tinggi.

Generasi terbaru laptop Windows berbasis Arm, yang ditenagai oleh chip Snapdragon mutakhir dari Qualcomm, kini hadir di pasaran dengan spesifikasi premium. Perangkat keras ini dikembangkan untuk berkompetisi langsung dengan laptop x86 mainstream, dengan fokus pada performa dan efisiensi daya yang optimal.

Snapdragon X2, platform komputasi Windows generasi kedua dari Qualcomm, diperkenalkan pada September 2025. Lini produk ini mencakup model Snapdragon X2 Elite serta varian tertinggi X2 Elite Extreme, yang didesain untuk menangani beban kerja sangat berat.

Qualcomm menargetkan chip ini untuk perangkat laptop Copilot+ yang memiliki desain tipis, ringan, serta dilengkapi NPU berkekuatan 80 TOPS. Prosesor ini diklaim mampu meningkatkan performa hingga 31 persen dan mengurangi konsumsi daya sampai 43 persen dibandingkan pendahulunya.

Untuk spesifikasinya, varian X2 Elite Extreme dibekali prosesor 18 inti yang dapat dipacu hingga kecepatan 5,0 GHz. Sementara itu, model X2 Elite standar tersedia dengan pilihan 12 atau 18 inti, dengan kecepatan maksimal mencapai 4,7 GHz.

Kehadiran laptop ini di pasaran menunjukkan bahwa konsep tersebut bukan lagi sekadar wacana. Asus telah meluncurkan seri Zenbook A16 berukuran 16 inci yang mengadopsi varian X2 Elite Extreme, menjanjikan pengalaman pengguna yang memuaskan.

Selain itu, terdapat pula model Zenbook A14 berukuran 14 inci yang ditenagai oleh chip X2 Elite standar. Kedua model ini tetap mempertahankan NPU 80 TOPS untuk pemrosesan kecerdasan buatan tingkat lanjut, dilansir dari Detik iNET.

Berdasarkan pengamatan di pasar ritel, Asus Zenbook A16 varian tertinggi dijual mulai dari USD 1.700 atau sekitar Rp 27,2 juta. Perangkat ini menarik perhatian dengan layar sentuh OLED beresolusi tinggi dan kapasitas memori RAM besar mencapai 48GB.

Tidak ketinggalan, merek HP turut meramaikan peluncuran ini dengan memperkenalkan seri OmniBook Ultra 14. Laptop ini, yang dilengkapi chip X2 Elite, RAM 32GB, dan penyimpanan 1TB, dibanderol seharga USD 2.050 atau sekitar Rp 32,8 juta.

Kapasitas memori yang besar menjadi pembeda utama pada gelombang pertama perangkat Copilot+ di pasaran. Sebelumnya, pabrikan cenderung memasangkan NPU baru dengan pilihan memori dan penyimpanan yang lebih konservatif, seperti dikutip dari Techspot, Kamis (9/4/2026).

Qualcomm dan para mitranya tampaknya percaya bahwa desain laptop tipis dengan layar OLED dan memori besar akan lebih unggul dalam menangani pembuatan konten berbasis AI. Dengan harga jual yang premium, pabrikan hardware serius menargetkan segmen profesional yang membutuhkan mobilitas tinggi tanpa mengorbankan performa mentah.

Recommended