Lenovo Ungkap Strategi Hybrid AI Advantage di Hong Kong

Lenovo memperkenalkan Lenovo Hybrid AI Advantage di Tech World 26, Hong Kong, untuk percepat adopsi AI ke produksi massal.

Lenovo memperkenalkan kerangka kerja strategis terbaru, Lenovo Hybrid AI Advantage, dalam ajang Tech World 26 di Hong Kong. Solusi ini dirancang untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) ke fase produksi massal.

Menurut Linda Yao, Vice President & General Manager Hybrid Cloud and AI Solutions Lenovo, banyak perusahaan kesulitan dalam integrasi AI meskipun investasi di bidang ini meningkat. Tujuan dari Hybrid AI Advantage adalah untuk memungkinkan pelanggan meningkatkan skala AI dengan cepat dan mudah.

Kerangka kerja ini mengintegrasikan infrastruktur, platform, dan layanan dalam satu ekosistem. Yao merinci tiga komponen utama:

AI Factory

Fondasi infrastruktur yang mencakup seluruh portofolio Lenovo, dari workstation hingga server dengan teknologi pendingin cair Neptune. Infrastruktur ini dirancang untuk menangani beban kerja AI yang masif dengan efisiensi energi optimal.

XIQ

Platform berbasis AI-native yang mempercepat proses deployment. Dengan XIQ, perusahaan dapat menyederhanakan orkestrasi data dan model AI sehingga solusi dapat sampai ke pasar lebih cepat.

AI Library

Perpustakaan berisi ratusan solusi AI siap pakai yang telah dioptimalkan untuk berbagai sektor industri. Solusi ini diklaim memberikan pengembalian nilai bisnis dalam waktu singkat, bahkan kurang dari satu kuartal fiskal.

Sebagai contoh penerapan, Yao menjelaskan penggunaan teknologi ini di internal Lenovo untuk mengelola rantai pasokan global yang kompleks. Produksi satu laptop ThinkBook melibatkan koordinasi lebih dari 2.700 komponen.

Dengan menggunakan Supply Chain Super Agents, Lenovo mampu mendeteksi potensi gangguan secara real-time. "Jika terjadi badai atau kekurangan stok komponen secara tiba-tiba, AI ini akan langsung memberikan rekomendasi tindakan mitigasi untuk memastikan produksi tetap berjalan lancar," jelas Yao.

Lenovo juga memperkenalkan Enterprise Knowledge Super Agent, yang menggabungkan data organisasi dengan pengetahuan domain untuk memberikan wawasan strategis bagi para pengambil keputusan.

Yao menegaskan bahwa pendekatan hybrid adalah kunci. Dengan menyeimbangkan pemrosesan data antara pusat data lokal (on-premise) dan awan (cloud), perusahaan dapat menjaga privasi data mereka sambil tetap menikmati fleksibilitas skala yang ditawarkan oleh AI.

Recommended