Guinness World Records mencatat Lottie Williams sebagai satu-satunya individu yang pernah tertimpa objek dari luar angkasa. Peristiwa ini terjadi pada 22 Januari 1997.
Saat itu, Williams sedang berjalan di taman daerah Turley, pinggiran Tulsa, Oklahoma. Tiba-tiba, sebuah serpihan fiberglass hitam sepanjang 12,7 cm menghantam bahunya, memantul, dan jatuh ke rumput.
Untungnya, serpihan tersebut sangat ringan, kira-kira seberat kaleng soda kosong. Meskipun awalnya melaju kencang, serpihan itu melambat saat mencapai Williams.
Pecahan tersebut ternyata bukan satu-satunya. Potongan lain berasal dari roket Delta II. Bahkan, bagian terbesarnya adalah tangki propelan seberat 250 kg yang mendarat hanya 50 meter dari pertanian dekat Georgetown, Texas.
Williams dan saksi mata lainnya melihat objek tersebut memasuki atmosfer. Puing itu dilaporkan tampak seperti bintang jatuh. Dampaknya bisa jauh lebih besar jika potongan yang lebih besar menimpa Williams.
IFL Science melaporkan, roket itu diluncurkan pada 24 April 1996. Setelah selesai menjalankan tugasnya, roket dibiarkan di orbit dan perlahan hancur, terbakar saat memasuki atmosfer. Proses masuk kembali ke atmosfer tidak terkendali dan tidak membakar habis seluruhnya, sehingga menyebarkan puing-puing di Texas dan Oklahoma.
Sampah antariksa menjadi perhatian utama. Badan Antariksa Eropa (ESA) memiliki kebijakan mitigasi yang bertujuan mencapai target 'Nol Sampah Antariksa'. Meskipun regulasi ruang angkasa masih minim, para ahli meyakini kebijakan ini berdampak jangka panjang.
Kebijakan ini tidak hanya melindungi kehidupan di Bumi, tetapi juga memastikan keamanan orbit untuk misi-misi luar angkasa. Kekhawatiran utama adalah sindrom Kessler. Jika puing antariksa menabrak satelit aktif, ia akan menciptakan awan puing baru. Puing-puing ini berpotensi menabrak objek lain, menciptakan lebih banyak sampah, hingga seluruh orbit menjadi tidak aman.
Sindrom Kessler mungkin tidak menjadi ancaman langsung bagi penduduk Bumi, karena fragmen-fragmen kecil biasanya terbakar di atmosfer. Namun, ini tetap mengkhawatirkan karena puing antariksa dapat mengganggu telekomunikasi, GPS, dan satelit cuaca.
Selain itu, satelit besar juga berisiko jatuh tak terkendali ke Bumi, meskipun teknologi untuk mengatasi masalah ini sedang dikembangkan.
Fakta menunjukkan, risiko Bumi tertimpa puing antariksa meningkat seiring dengan bertambahnya peluncuran roket. Satu kecelakaan saja dapat menghasilkan banyak sekali puing. Sebagian besar puing roket SpaceX ditemukan di pertanian Kanada. Ledakan Starship saat uji coba menghujani puing-puing di Kepulauan Turks dan Caicos di Karibia.
Sebuah studi yang menganalisis data tahun 1992-2022 memperkirakan bahwa dari 1.500 badan roket yang keluar orbit, lebih dari 70% melakukannya secara tidak terkendali. Berdasarkan model populasi, diperkirakan ada kemungkinan 10% seseorang akan tertabrak puing antariksa pada tahun 2032.