Seorang mahasiswa berusia 23 tahun bermarga Lin memicu gangguan operasional pada jaringan kereta cepat Taiwan High Speed Rail (THSR) setelah mengirimkan sinyal darurat palsu melalui perangkat radio rakitan pada 5 April 2026.
Insiden yang terjadi di jalur kereta peluru tersebut mengakibatkan penghentian operasional selama 48 menit dan berdampak pada jadwal perjalanan tiga hingga empat rangkaian kereta. Aksi ilegal ini memaksa masinis menghentikan laju kereta secara manual setelah sistem menerima sinyal General Alarm palsu.
Dilansir dari Detik iNET, Lin melakukan peretasan dengan menggunakan peralatan Software-Defined Radio (SDR) yang dibeli secara daring untuk mendekode parameter komunikasi Terrestrial Trunked Radio (TETRA) milik THSR. Data tersebut kemudian dikloning ke dalam radio genggam miliknya agar terbaca sebagai suar resmi stasiun.
Hasil investigasi kepolisian menunjukkan bahwa Lin melepaskan sinyal gangguan tersebut langsung dari kediamannya di Taichung menuju pusat kendali di Taoyuan. Dalam menjalankan aksinya, Lin diduga dibantu oleh seorang rekan berusia 21 tahun untuk memperoleh sejumlah parameter rahasia sistem komunikasi kereta.
Pihak berwenang menangkap pelaku pada 28 April 2026 dan menyita barang bukti berupa satu unit laptop, beberapa ponsel pintar, pemancar SDR, serta 11 unit radio genggam. Polisi juga menemukan bukti bahwa pelaku telah menyadap frekuensi radio pemadam kebakaran dan MRT Bandara Taoyuan.
Kasus ini menyoroti kerentanan sistem keamanan THSR yang dilaporkan tidak mengalami pembaruan selama 19 tahun terakhir. Kementerian Transportasi dan Komunikasi Taiwan kini melakukan peninjauan menyeluruh terhadap protokol komunikasi transportasi publik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Meskipun Lin melalui pengacaranya berdalih bahwa pengiriman sinyal tersebut adalah sebuah "ketidaksengajaan", jaksa penuntut tetap melanjutkan proses hukum. Lin saat ini dibebaskan dengan jaminan sebesar NTD 100.000 dan terancam hukuman penjara atas dakwaan membahayakan transportasi umum serta gangguan frekuensi radio ilegal.