Salah satu pembeda antara salat Idulfitri dengan salat lainnya terletak pada adanya takbir tambahan. Setelah membaca doa iftitah, jemaah disarankan untuk melakukan takbir tambahan ini. Zikir ini, meski singkat, mengandung makna mendalam sebagai bentuk pengakuan kebesaran Allah SWT.
Dalam salat Idulfitri, terdapat takbir tambahan (takbir zawaid) sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua. Di antara jeda takbir tersebut, umat Muslim disunnahkan melantunkan pujian kepada Allah SWT.
Tata cara salat Id ini merujuk pada panduan Syekh KHR Asnawi dalam kitab Fashalatan. Rujukan senada juga ditemukan dalam kitab al-Fiqh al-Manhajî karangan Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, serta 'Ali asy-Asyarbaji, yang membahas hukum Islam berdasarkan Mazhab Syafi'i.
Melansir NU Online, berikut bacaan zikir atau tasbih yang dianjurkan dibaca di sela-sela takbir salat Idulfitri:
Salat Idulfitri diawali dengan takbiratulihram, seperti salat pada umumnya. Setelah doa iftitah, jemaah dianjurkan melakukan takbir tambahan tujuh kali pada rakaat pertama. Di setiap jeda antar-takbir, umat Muslim disunnahkan melantunkan bacaan berikut:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
Pada rakaat kedua, jemaah disunnahkan melakukan takbir tambahan lima kali sambil mengangkat tangan dan mengucapkan Allahu Akbar, seperti pada rakaat pertama. Di setiap jeda antar-takbir, lafalkan kembali bacaan zikir atau tasbih yang telah dijelaskan.
Setelah itu, membaca Surah Al-Fatihah diikuti Surah Al-Ghasyiyah, kemudian selesaikan rangkaian salat hingga salam. Takbir tambahan ini bersifat sunnah; jika lupa jumlah takbir, salat Idulfitri tetap sah.
Zikir ini memiliki makna mendalam sebagai pengakuan kebesaran Allah SWT di hari kemenangan. Dengan memahami dan menghafalkannya, diharapkan kualitas ibadah salat Idulfitri menjadi lebih baik.