Perusahaan layanan streaming Netflix mengumumkan rencana ekspansi paket langganan dengan dukungan iklan ke 15 negara baru, termasuk Indonesia, mulai tahun 2027 pada Kamis (14/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memberikan opsi harga langganan yang lebih kompetitif bagi para pengguna di pasar global.
Selain Indonesia, daftar negara yang akan menerima paket serupa mencakup Thailand, Filipina, Belanda, dan Selandia Baru. Meskipun menyertakan iklan di sela-sela tayangan, Netflix memastikan bahwa pengalaman menonton konten premium bagi para pelanggan tetap terjaga sebagaimana mestinya.
Target pendapatan iklan Netflix diproyeksikan menyentuh angka USD3 miliar pada tahun ini, yang menandakan kenaikan dua kali lipat dibandingkan periode 2025. Dilansir dari Medcom, pertumbuhan signifikan ini didorong oleh antusiasme pelanggan baru terhadap model bisnis paket hemat tersebut.
"Kami melihat potensi pertumbuhan yang sangat besar dan semakin optimistis menyambut masa depan," ujar Amy Reinhard, President of Advertising Netflix. Inisiatif ini diklaim Reinhard sebagai upaya memberikan fleksibilitas harga bagi anggota sekaligus ruang bagi pengiklan lokal untuk menjangkau audiens.
Data internal menunjukkan bahwa layanan beriklan Netflix telah menjangkau lebih dari 250 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia sejak pertama kali diluncurkan tahun 2022. Pada kuartal pertama tahun ini saja, tercatat lebih dari 60% pelanggan baru memilih paket dengan penyisipan iklan.
Netflix juga berencana meningkatkan ekosistem periklanan mereka dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar promosi menjadi lebih interaktif. Inovasi ini akan berlanjut dengan pembukaan akses format iklan baru melalui podcast serta video vertikal bagi para pengiklan mulai tahun 2027 mendatang.
Hingga saat ini, manajemen Netflix belum merinci struktur harga spesifik untuk pasar Indonesia. Informasi mengenai rincian biaya paket dan detail teknis lainnya dijadwalkan akan diumumkan kepada publik dalam beberapa bulan ke depan.