Persaingan dalam industri smartphone global semakin sengit di sepanjang tahun 2025. Laporan dari sejumlah analis industri menunjukkan adanya perubahan dalam peta kekuatan produsen ponsel dunia, termasuk tekanan yang mulai dirasakan oleh OPPO.
OPPO tidak lagi secara konsisten berada di posisi lima besar produsen smartphone global dalam beberapa laporan pasar. Kinerja OPPO mengalami penurunan dibandingkan para pesaingnya di industri yang sama, terutama dalam hal volume distribusi.
Sepanjang 2025, OPPO tercatat mengalami penurunan pengiriman smartphone dengan pertumbuhan negatif sekitar 4% secara tahunan. Kondisi ini semakin menekan posisi OPPO di pasar global. Sempat berada di peringkat empat pada awal 2025, perusahaan dilaporkan sempat terlempar dari daftar lima besar produsen smartphone dunia pada periode berikutnya.
Persaingan yang semakin agresif dari vendor lain menjadi faktor penting yang menekan posisi OPPO. Di pasar Indonesia, misalnya, Xiaomi berhasil memimpin dengan pangsa pasar sekitar 19%, diikuti oleh Transsion Group dengan 18%. Sementara itu, Samsung berada di posisi berikutnya dengan 17% dan OPPO berada di kisaran 16%.
Grup Transsion, yang menaungi merek seperti Infinix dan Tecno, juga berkembang pesat dengan strategi menghadirkan smartphone dengan harga sangat terjangkau. Penetrasi kuat di pasar ritel offline turut mempercepat ekspansi mereka di berbagai negara berkembang.
"Transsion terus mendominasi segmen yang sedang berkembang dan tidak terklasifikasi, menyumbang lebih dari 18,3 persen pengiriman melalui perangkat 5G ultra-terjangkau yang harganya di bawah Rp3.000.000," tulis TelecomLead dikutip Senin (16/3/2026).
Strategi harga agresif yang ditawarkan para pesaing ini membuat OPPO menghadapi tekanan yang lebih besar dalam mempertahankan pangsa pasar.
Selain persaingan harga, OPPO juga menghadapi tekanan di segmen mid-range yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utamanya. Konsumen kini semakin kritis dalam membandingkan harga dan spesifikasi sebelum membeli smartphone.
Dalam sejumlah ulasan industri, OPPO dinilai memiliki kekuatan pada desain dan kualitas kamera, tetapi sering dianggap menawarkan harga yang relatif lebih tinggi dibanding beberapa pesaing dengan spesifikasi serupa.
Perubahan perilaku konsumen juga memengaruhi dinamika pasar smartphone. Konsumen kini semakin mempertimbangkan nilai yang diperoleh dari perangkat yang dibeli, terutama di segmen menengah yang menjadi arena persaingan utama berbagai vendor. Di Indonesia sendiri, selisih pangsa pasar antarvendor kini semakin tipis.