Sebanyak lebih dari 80 persen organisasi di seluruh dunia telah menerapkan atau merencanakan penggunaan AI PC pada Senin (11/5/2026) guna mendukung transformasi infrastruktur teknologi perusahaan secara menyeluruh. Pergeseran strategi ini menandai berakhirnya fase eksperimen menuju penerapan kecerdasan buatan dalam skala penuh.
Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) yang disponsori oleh AMD, sebagaimana dilansir dari Medcom, mengungkapkan bahwa adopsi teknologi ini bertujuan untuk menyambut era agentic AI. Sistem tersebut dirancang agar mampu mengeksekusi dan mengadaptasi tugas secara mandiri dalam waktu nyata.
Data riset yang melibatkan 500 pengambil keputusan TI di Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Inggris, dan Jerman ini menunjukkan 70 persen organisasi memprediksi dampak signifikan pada alur kerja dalam dua tahun ke depan. Integrasi AI secara langsung ke alur kerja saat ini sudah dilakukan oleh 61 persen organisasi.
Sebanyak 59 persen responden menganggap Neural Processing Unit (NPU) berkinerja tinggi sebagai komponen yang sangat krusial bagi pengalaman AI generasi mendatang. Penggunaan unit pemrosesan khusus ini dinilai mampu memberikan respons yang lebih cepat dan mengurangi latensi sistem.
Manfaat operasional mulai terlihat bagi para pengadopsi awal, di mana 70 persen pengguna melaporkan peningkatan kecepatan performa perangkat. Selain itu, sekitar 66 persen organisasi mencatat adanya kenaikan produktivitas karyawan setelah mengintegrasikan AI PC ke dalam aktivitas harian mereka.
Aspek keamanan data juga menjadi sorotan utama bagi 58 persen organisasi yang merasakan keuntungan dari pemrosesan AI secara langsung di perangkat atau on-device. Langkah ini meminimalisir pengiriman data sensitif ke cloud, sehingga kontrol keamanan tetap terjaga di tingkat lokal.
PC kini bertransformasi menjadi lapisan eksekusi lokal untuk tugas-tugas yang memerlukan respon instan dan tingkat privasi tinggi. AMD merespons fenomena tersebut melalui platform AMD PRO dengan prosesor Ryzen AI PRO guna mempercepat kemampuan AI di perangkat standar perusahaan.
Investasi pada sistem yang siap menjalankan AI saat ini dipandang sebagai posisi strategis bagi dunia usaha dalam mendukung fase inovasi berikutnya. Arsitektur komputasi kini bergerak lebih dekat ke lokasi kerja fisik untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih sadar konteks.