Produsen komponen perangkat keras Galax secara resmi menghentikan seluruh operasional bisnisnya di tingkat global mulai Rabu, 1 April 2026, setelah beroperasi selama tiga dekade di industri kartu grafis.
Langkah penghentian operasional ini diikuti dengan pengalihan penuh seluruh kendali merek, manajemen bisnis, hingga struktur organisasi ke tangan Palit Group, sebagaimana dilansir dari Medcom.
Keputusan besar ini berdampak pada pembubaran tim global Galax sebelumnya, di mana Palit kini menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas keberlangsungan merek tersebut di pasar internasional.
Transisi kepemilikan ini mencakup aspek krusial bagi konsumen, terutama mengenai layanan purna jual dan dukungan garansi atau Return Merchandise Authorization (RMA) bagi para pengguna setia.
Pelanggan yang memiliki produk Galax tetap dapat mengajukan klaim garansi karena seluruh sistem dukungan teknis kini telah diintegrasikan ke dalam kanal resmi milik Palit.
Tingginya permintaan global terhadap unit pemrosesan grafis (GPU) untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau AI dilaporkan menjadi pemicu utama di balik keputusan keluarnya Galax dari pasar.
Lonjakan kebutuhan perangkat keras untuk pusat data dan komputasi AI menyebabkan keterbatasan pasokan komponen, yang pada akhirnya menekan ketersediaan stok bagi segmen konsumen PC gaming.
Palit Group sendiri sebelumnya sudah memiliki keterkaitan erat dengan manajemen Galax dan merek turunannya seperti KFA2, sehingga restrukturisasi ini memperpusat seluruh operasional di bawah satu manajemen tunggal.
Didirikan sejak tahun 1994 di Hong Kong dengan nama Galaxy Microsystems, perusahaan ini sebelumnya dikenal luas melalui lini produk Hall of Fame (HOF) yang menyasar segmen antusias.
Selama bertahun-tahun, Galax membangun reputasi kuat di wilayah Asia-Pasifik dan Amerika, sementara wilayah Eropa dilayani melalui brand KFA2 yang kini juga berada di bawah pengelolaan Palit.