Perubahan besar menanti para gamer yang gemar merakit PC gaming murah, atau sering disebut PC "kentang". Sebuah laporan memprediksi bahwa PC gaming murah akan segera menghilang.
Firma riset pasar, Gartner, memprediksi bahwa segmen PC entry-level dengan harga di bawah USD 500 (sekitar Rp8,4 juta) berpotensi lenyap pada tahun 2028.
Prediksi ini muncul seiring dengan melonjaknya harga komponen memori, terutama DRAM, yang semakin membebani para produsen perangkat keras.
Menurut analis Gartner, Ranjit Atwal, tekanan biaya ini membuat produsen tidak memiliki banyak pilihan selain menaikkan harga perangkat.
Lonjakan harga DRAM menjadi faktor utama yang memicu perubahan di industri PC. Kelangkaan pasokan memori ini berdampak besar pada banyak sektor elektronik konsumen, dan industri PC dinilai sebagai salah satu yang paling terpengaruh.
Kenaikan harga memori berdampak pada peningkatan biaya produksi (Bill of Materials/BOM). Produsen biasanya menahan kenaikan harga agar perangkat tetap terjangkau, namun strategi ini dinilai semakin sulit dilakukan dalam kondisi saat ini.
Produsen diperkirakan akan meneruskan tekanan biaya ini ke harga jual perangkat. Dampaknya paling terasa pada PC di kisaran USD 500 hingga USD 1.000, yang merupakan segmen populer untuk PC gaming murah atau rakitan entry-level.
Gartner memperkirakan bahwa pengiriman PC global pada tahun 2026 akan turun sekitar 10,4%, lebih besar dibandingkan penurunan di pasar smartphone.
Kelangkaan komponen memicu dampak lain, seperti penundaan peluncuran produk, peningkatan harga hardware, dan stok produk yang terbatas di pasar ritel.
Kondisi ini membuat istilah "budget build" atau rakitan PC murah berpotensi semakin jarang ditemui di masa depan.
Gartner juga menilai konsumen cenderung menunda pembelian perangkat baru karena harga yang semakin mahal. Akibatnya, umur pemakaian PC diprediksi meningkat sekitar 20% pada tahun ini, karena pengguna memilih mempertahankan perangkat lama.
Bagi gamer dengan anggaran terbatas, kenaikan harga komponen memori akan membuat PC gaming murah semakin sulit ditemukan sebelum akhir dekade ini.
Gartner menyebutkan bahwa produsen mungkin akan menerima penurunan volume penjualan demi menjaga profitabilitas. Jumlah produk yang tersedia di pasar ritel berpotensi semakin terbatas jika tren kenaikan harga memori terus berlanjut.