Pemerintah menyatakan bahwa pelaksanaan arus mudik dan arus balik pada tahun 2026 berjalan dengan lancar. Klaim ini didasarkan pada hasil pemantauan arus balik yang dilakukan di Jasamarga Tollroad Command Center (JTCC), Bekasi, pada Rabu (25/3/2026).
Menko PMK, Pratikno, menyampaikan bahwa puncak arus mudik tahun ini terjadi pada Selasa (24/3/2026), dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 270.000 unit.
"Alhamdulillah arus mudik berjalan dengan baik. Terjadi kenaikan yang cukup tinggi karena selama H-12 sampai H-13, volume kendaraan itu puncaknya cukup tinggi sampai 270 (ribu)," kata Pratikno.
Pratikno menambahkan, laporan yang ia terima menunjukkan penurunan angka kecelakaan sekitar 16% selama periode arus mudik dan balik tahun ini.
Data dari Jasa Raharja menunjukkan penurunan signifikan pada angka fatalitas atau korban meninggal dunia. Selama 12 hari masa siaga angkutan Lebaran, tercatat 228 korban meninggal dunia, menurun dari 318 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau berkurang sekitar 28%.
"Jadi ini adalah sebuah syukur yang harus kita panjatkan kepada Tuhan atas kelancaran arus mudik ini," ujarnya.
Senada dengan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui adanya beberapa titik kepadatan kendaraan. Hal ini disebabkan oleh lonjakan pemudik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jadi emang lonjakan cukup tinggi, namun demikian kendaraan kalau secara rata-rata yang saya dapat ketahui dari Jasa Marga bahwa kecepatannya masih cukup baik gitu. Memang ada (kepadatan), secara overall kita kan harus melihat secara keseluruhan, memang kalau pada hari tertentu ada kepadatan yang dengan ketinggian dari jumlah pemudi kita bisa memaklumkan hal tersebut," kata Dudy.
Menhub menanggapi antrean kendaraan hingga puluhan kilometer di Pelabuhan Gilimanuk yang terjadi beberapa waktu lalu, disebabkan masih beroperasinya kendaraan sumbu tiga ke atas.
Dudy mengklaim persoalan tersebut berhasil diurai dalam waktu kurang dari 24 jam. Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi untuk perbaikan pelaksanaan mudik tahun depan.
"Ya, di Gilimanuk memang ada terjadi kepadatan itu karena memang masih banyaknya kendaraan sumbu tiga yang beroperasi. Namun demikian kan kami dengan cepat, kurang dari 24 jam, Alhamdulillah bisa menangani kepadatan yang terjadi di Gilimanuk," ujarnya.