Kampanye siber berbahaya kini mengincar pengembang perangkat lunak dengan memanfaatkan iklan palsu yang meniru alat pengembangan AI populer. Serangan ini menggunakan taktik penipuan canggih untuk menyebarkan malware pencuri data (infostealer).
Kaspersky Threat Research mengungkapkan bahwa serangan bermula dari iklan bersponsor di mesin pencari. Pengguna yang mencari kata kunci seperti "unduh Claude Code" akan diarahkan ke situs web palsu yang di-host di Squarespace.
Situs palsu tersebut dirancang menyerupai dokumentasi resmi. Pengguna yang tidak curiga kemudian menyalin perintah instalasi yang justru menyusupkan malware ke perangkat mereka.
Jenis malware yang dikirimkan bervariasi, tergantung pada sistem operasi yang digunakan. Pada Windows, terdapat Amatera yang mampu mencuri data direktori, kredensial peramban, hingga dompet kripto. Sementara itu, macOS diserang oleh AMOS, infostealer yang dikenal menargetkan ekosistem Apple.
Vladimir Gursky, pakar keamanan di Kaspersky, menekankan seriusnya ancaman ini bagi sektor bisnis. "Jika terinfeksi, pengembang tanpa sadar dapat mengekspos kode sumber proyek aktif, data rahasia perusahaan, hingga kredensial autentikasi pribadi," ujarnya.
Kaspersky memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah infeksi malware:
- Selalu verifikasi bahwa tautan unduhan berasal dari situs web resmi proyek.
- Tinjau kembali setiap perintah baris kode (command line) sebelum dijalankan di terminal.
- Gunakan solusi keamanan titik akhir (endpoint security) yang andal untuk mendeteksi unduhan berbahaya secara otomatis.
Ancaman ini sangat berbahaya karena alat bantu pengkodean AI kini menjadi standar di banyak organisasi besar.