Sejumlah tokoh perempuan Indonesia mengadopsi teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperluas akses pendidikan dan layanan publik bertepatan dengan momentum refleksi perjuangan Kartini pada Jumat, 1 Mei 2026.
Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk menembus batasan geografis di wilayah terpencil serta meningkatkan efisiensi birokrasi di pemerintahan daerah. Inisiatif tersebut dilakukan melalui integrasi perangkat digital dalam kegiatan belajar mengajar dan perumusan kebijakan berbasis data.
Dilansir dari Medcom, Ory Mangiri yang merupakan guru di SD Inpres Kenyam, Papua Pegunungan, menggunakan platform Microsoft Copilot untuk menyusun materi pembelajaran. Meskipun menghadapi kendala listrik, Ory berhasil meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui kurikulum yang disederhanakan secara digital.
Pengabdian Ory di pedalaman Papua telah dimulai sejak 2010 dengan tantangan infrastruktur dan sosial yang berat. Keberhasilannya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya sekolah membuat dirinya dianugerahi gelar Duta Teknologi Provinsi Papua Pegunungan 2024 oleh Kementerian Pendidikan.
Sementara itu di Jawa Timur, Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin memimpin program GARUDA AI untuk mempercepat layanan masyarakat. Program tersebut fokus pada penerapan AI yang bertanggung jawab di sektor publik guna memangkas pekerjaan rutin ASN.
"AI adalah alat bantu, bukan pengganti. Ia membantu mempercepat pekerjaan rutin agar ASN dapat fokus pada kreativitas dan emati," tegas Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Diskominfo Jawa Timur. Melalui inisiatif Gerakan Cerdas Digital, sebanyak 1.113 ASN di wilayah tersebut telah menjalani pelatihan literasi digital selama tahun 2025.
Dukungan terhadap adopsi teknologi ini juga datang dari Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan yang menekankan pentingnya akses setara bagi perempuan. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda turut mendorong pelatihan serupa untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM di daerah.
Direktur AI Skills Microsoft Indonesia, Arief Suseno, menambahkan bahwa kepemimpinan visioner sangat menentukan efektivitas teknologi agar bekerja secara inklusif. Langkah transformasi ini diharapkan dapat terus menghapus stereotip gender dalam penguasaan teknologi mutakhir di Indonesia.