Prancis Ganti Sistem Operasi Windows ke Linux untuk Amankan Data Negara

Pemerintah Prancis memulai transisi dari teknologi tertutup ke solusi sumber terbuka, termasuk mengganti Windows dengan Linux, untuk mengamankan data dan memperkuat kedaulatan digital.

Pemerintah Prancis mengumumkan langkah tegas untuk mengamankan data nasional dengan beralih dari teknologi tertutup yang didominasi oleh perusahaan non-Uni Eropa, menuju solusi sumber terbuka secara bertahap. Salah satu kebijakan paling menonjol adalah rencana penggantian sistem operasi Windows dengan Linux di seluruh stasiun kerja kementerian.

Arahan strategis ini dikeluarkan oleh lembaga digital pemerintah Prancis, DINUM, melalui pernyataan tertulis yang dilansir dari Detik iNET, Senin (13/4/2026). Kebijakan ini menyoroti bahaya ketergantungan pada teknologi yang berasal dari luar Eropa, khususnya dari Amerika Serikat.

DINUM mewajibkan seluruh stasiun kerja di kementerian untuk menggunakan sistem operasi Linux. Lembaga ini juga berencana untuk menerapkan mentalitas kemandirian serupa pada seluruh infrastruktur perangkat keras dan lunak pemerintah.

Setiap kementerian diberikan batas waktu hingga musim gugur mendatang untuk menyusun rencana pelepasan sistem asing tersebut. Namun, hingga saat ini, pemerintah Prancis belum merilis jadwal pasti kapan migrasi besar-besaran ini akan dimulai.

David Amiel, bos kementerian terkait, memberikan alasan kuat di balik langkah berani ini. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa lagi hanya mengakui ketergantungannya, melainkan harus segera membebaskan diri secepat mungkin.

Pemerintah Prancis merasa berkewajiban untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat buatan Amerika Serikat. Hal ini bertujuan untuk merebut kembali kendali atas nasib digital negara dan menolak potensi intervensi pihak luar dalam data dan infrastruktur mereka.

Solusi teknologi asing dinilai memiliki aturan, harga, dan risiko yang tidak dapat dikontrol oleh pemerintah lokal. Saat ini, berbagai kementerian tengah memetakan ketergantungan ini demi memperkuat kedaulatan digital, demikian dikutip dari situs XDA Developers.

Ekosistem sumber terbuka yang akan dipilih oleh pemerintah Prancis menjadi perhatian. Mereka kemungkinan besar akan mengandalkan perangkat lunak yang dikembangkan di Eropa, seperti sistem operasi openSUSE atau paket aplikasi perkantoran LibreOffice.

Langkah radikal Prancis ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain yang berupaya membangun kemandirian teknologi. Ketergantungan penuh pada satu penyedia perangkat lunak asing dinilai berisiko tinggi terhadap keamanan data nasional.

Recommended