Provider Internet Bertransformasi Jadi Perusahaan AI

Perusahaan telekomunikasi kini menyewakan \

Dulu, perusahaan telekomunikasi (Telco) berperan memastikan koneksi internet lancar. Kini, mereka bertransformasi menjadi perusahaan teknologi (TechCo) dengan menyewakan kecerdasan buatan (AI) atau AI as a Service (AIaaS).

Laporan NVIDIA mengungkap perubahan ini. Perusahaan Telco tidak lagi hanya menjual kuota, namun juga "otak digital" kepada pihak lain.

Selama ini, provider internet kurang populer dibandingkan raksasa teknologi seperti Google atau Meta. Padahal, provider memiliki infrastruktur fisik dan data jaringan yang sangat besar.

Dengan bantuan Generative AI, perusahaan Telco dapat membangun Large Telco Models (LTM), mirip ChatGPT, tetapi khusus untuk data telekomunikasi. LTM memahami log jaringan, topologi, dan alarm kerusakan secara instan. Kecerdasan ini tidak hanya digunakan internal, tetapi juga dijual sebagai peluang pendapatan baru.

Startup lokal yang ingin membangun layanan pelanggan otomatis, misalnya, dapat berlangganan kecerdasan AI dari provider seperti Telkomsel atau Indosat.

Sekitar 90% profesional Telco mengakui investasi pada AI telah meningkatkan pendapatan tahunan. Provider kini membangun pabrik AI di dalam pusat data mereka, memanfaatkan infrastruktur NVIDIA NIM (mikroservis inferensi) untuk menawarkan solusi AI yang cepat dan aman.

NVIDIA juga memperkenalkan konsep Agentic AI. Jika AI generatif biasa hanya menjawab pertanyaan, Agentic AI dapat merencanakan langkah dan mengeksekusi tugas. Misalnya, saat ada gangguan jaringan, AI ini otomatis mencari rute cadangan, memesan suku cadang, dan menjadwalkan teknisi.

Perubahan ini menguntungkan konsumen. Layanan internet menjadi lebih stabil karena dikelola oleh AI. Selain itu, terbuka peluang karir baru di industri Telco bagi para data scientist dan AI engineer muda.

Era Telco yang hanya berjualan internet telah berakhir. Kita menyaksikan lahirnya raksasa teknologi baru yang didukung oleh GPU NVIDIA dan model AI canggih. Provider bukan lagi sekadar tempat membeli kuota, tetapi pusat saraf dari kecerdasan buatan masa depan.

Recommended