Royal Astronomical Society (RAS) menyampaikan peringatan keras terkait proposal dari SpaceX (milik Elon Musk) dan startup California, Reflect Orbital. Proyek mereka berpotensi menimbulkan kerusakan permanen pada bidang astronomi serta mengubah tampilan langit malam secara drastis.
Dalam pengajuan ke regulator AS, RAS menyatakan bahwa skala dan tingkat kecerahan konstelasi satelit yang diusulkan berisiko mengganggu pengamatan astronomi. Bersama dengan European Southern Observatory (ESO), mereka secara resmi menentang kedua proyek tersebut dalam pengajuan ke Federal Communications Commission (FCC).
Salah satu kekhawatiran utama adalah permohonan SpaceX untuk meluncurkan hingga 1 juta satelit yang akan berfungsi sebagai pusat data pendukung AI. Estimasi kecerahan menunjukkan bahwa hanya diperlukan ribuan satelit untuk dapat dilihat dengan mata telanjang, jumlah ini jauh melebihi bintang yang biasanya terlihat dari Bumi tanpa alat bantu.
Dr. Robert Massey, wakil direktur eksekutif di RAS, menegaskan bahwa proposal ini tidak hanya berdampak buruk pada ilmu astronomi, tetapi juga menghalangi hak setiap orang di Bumi untuk menikmati keindahan langit malam. Menurutnya, hal tersebut tidak dapat diterima.
"Proposal-proposal ini tak hanya akan berdampak buruk pada ilmu astronomi, tapi juga akan menghalangi hak semua orang di Bumi menikmati langit malam. Itu tak dapat diterima," tegas Dr. Robert Massey, wakil direktur eksekutif di RAS.
Massey menambahkan bahwa bintang-bintang adalah bagian berharga dari warisan umat manusia. Mengerahkan lebih dari satu juta satelit yang sangat terang akan menghancurkan hal ini dan merusak pemandangan alam secara permanen.
"Bintang-bintang di atas kita adalah bagian berharga warisan umat manusia. Mengerahkan lebih dari satu juta satelit yang sangat terang akan benar-benar menghancurkan hal ini dan merusak pemandangan alam secara permanen," imbuhnya dikutip detikINET dari Newsweek, Selasa (24/3/2026).
Dampak gabungan dari rencana ini terhadap astronomi profesional sangat signifikan. Diperkirakan bahwa gambar yang diambil oleh Very Large Telescope milik European Southern Observatory akan kehilangan sekitar 10% data karena jejak satelit yang melintasi bidang pandang. Kehilangan ini akan mempengaruhi berbagai macam penelitian.
Sementara itu, usulan dari Reflect Orbital menimbulkan kekhawatiran yang berbeda, namun sama pentingnya. Perusahaan ini berencana untuk menyebarkan konstelasi cermin di luar angkasa yang dirancang untuk memantulkan sinar Matahari kembali ke Bumi pada malam hari.
Para astronom memperingatkan bahwa setiap pancaran yang dipantulkan akan menjadi sekitar empat kali lebih terang dari bulan purnama. Cahaya tersebut tidak akan terbatas pada area target yang sempit, tetapi juga akan 'tumpah' ke wilayah langit di sekitarnya.
Dengan rencana penyebaran hingga 50.000 cermin luar angkasa, efek kumulatifnya bisa sangat besar. RAS memperingatkan bahwa proyek tersebut akan membuat langit malam menjadi tiga hingga empat kali lebih terang daripada saat ini, yang secara fundamental mengubah kondisi bagi pengamat amatir maupun profesional.
Pencerahan langit malam secara buatan pada skala seperti itu juga dapat mengganggu ekosistem yang bergantung pada kegelapan. Banyak spesies menggunakan kegelapan untuk navigasi, mencari makan, dan berkembang biak. Penerangan malam berlebihan juga dikaitkan dengan dampak negatif pada kualitas tidur manusia.