PSN Operasikan Satelit Nusantara Lima untuk Perkuat Kedaulatan Digital

PT Pasifik Satelit Nusantara resmi mengoperasikan satelit Nusantara Lima untuk bersaing dengan layanan internet satelit asing melalui teknologi lokal.

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) resmi mengoperasikan satelit Nusantara Lima di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026, sebagai langkah strategis memperkuat layanan internet satelit nasional di tengah ekspansi penyedia layanan asing. Satelit High Throughput Satellite (HTS) berjenis Geostationary Orbit (GEO) ini membawa kapasitas hingga 160 Gbps untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Dilansir dari Detik iNET, Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menjelaskan bahwa pengoperasian Nusantara Lima telah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) serta Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kapasitas yang dimiliki satelit ini merupakan yang terbesar di kawasan Asia.

PSN mengedepankan penggunaan komponen lokal melalui pengembangan antena Cerdiq yang dirancang dan diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Perangkat tersebut memiliki bobot ringan sekitar 5 hingga 7 kilogram untuk memudahkan distribusi dan instalasi di area terpencil di seluruh tanah air.

Adi menegaskan bahwa penggunaan infrastruktur domestik bertujuan untuk menjaga kedaulatan layanan satelit nasional dari risiko gangguan geopolitik global. Langkah ini diambil agar kendali layanan tetap berada sepenuhnya di tangan penyedia infrastruktur dalam negeri tanpa ketergantungan pada kebijakan pihak luar.

"Semua kapasitas ini jatuhnya di tanah air. Dan servisnya tidak akan dihentikan karena masalah geopolitik," kata Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara.

Terkait persaingan pasar, Adi menyatakan perusahaan memilih untuk tidak terlibat dalam strategi subsidi besar-besaran yang dilakukan kompetitor global. Menurutnya, PSN lebih fokus pada efisiensi teknologi dan keberlanjutan bisnis daripada melakukan perang harga yang dinilai tidak sehat bagi industri lokal.

Selain layanan komunikasi, PSN juga sedang mengembangkan proyek satelit baru untuk sektor penginderaan jarak jauh dan Internet of Things (IoT). Satelit ini ditargetkan mendukung mitigasi bencana, pertahanan, serta pemantauan real-time terhadap 13 juta hektare lahan gambut di Indonesia.

Proyek satelit penginderaan tersebut saat ini telah memasuki tahap model rekayasa dan dijadwalkan melalui tinjauan desain kritis pada akhir tahun 2026. Perusahaan menargetkan peluncuran satelit baru tersebut dapat terlaksana pada akhir tahun 2027 atau awal 2028 melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Recommended