Akses awal untuk game PUBG: Blindspot akan segera dihentikan, menandai penutupan spin-off dari PUBG: Battlegrounds yang baru beroperasi selama dua bulan. Game yang dikembangkan oleh Krafton ini akan dihapus dari platform Steam pada tanggal 30 Maret pukul 16.00 WIB, dilansir dari Detik iNET.
Keputusan untuk mengakhiri proyek ini datang dari pengembang, ARC Team. Mereka mengakui tidak lagi sanggup memberikan pengalaman bermain yang diharapkan kepada para pemain yang telah berpartisipasi dalam fase akses awal.
Sequoia Yang dari ARC Team menjelaskan, "Sejak pembaruan terakhir kami, tim telah mengeksplorasi berbagai cara untuk meningkatkan pengalaman dan memajukan game ini. Namun, setelah mempertimbangkan dengan cermat, kami sampai pada kesimpulan bahwa kami tidak lagi mampu secara berkelanjutan memberikan tingkat pengalaman yang ingin kami berikan melalui Early Access."
Penutupan akses awal PUBG: Blindspot didasarkan pada data dan masukan yang dikumpulkan dari pengalaman para pemain. Yang menambahkan bahwa umpan balik serta dukungan dari komunitas sangat berarti bagi tim dan akan menjadi bahan pertimbangan untuk upaya pengembangan di masa mendatang. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung game ini.
Meskipun demikian, Yang mengonfirmasi bahwa ARC Team akan tetap bersama untuk sementara waktu, dengan harapan dapat kembali menghadirkan game baru di kemudian hari. PUBG: Blindspot sendiri memiliki perjalanan pengembangan yang cukup panjang. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2024 dengan nama sementara Project ARC, kemudian diubah menjadi PUBG: Blindspot pada tahun 2025.
Game ini menawarkan mekanisme permainan yang berbeda secara fundamental dari PUBG: Battlegrounds, beralih dari genre battle royale ke tembak-menembak taktis 5v5 dengan sudut pandang top-down. Menurut Games.gg, PUBG: Blindspot tampak mengambil inspirasi dari judul-judul seperti Rainbow Six: Siege, Escape from Tarkov, dan Door Kickers, sebuah formula yang sangat kontras dengan waralaba aslinya.
Kegagalan game ini sebenarnya sudah diprediksi oleh para gamer. Penurunan drastis jumlah pemain dinilai menjadi indikator utama buruknya performa. Selain itu, laporan mengenai maraknya praktik kecurangan dan masalah kinerja game yang semakin memburuk turut memperparah keadaan.