Realme Indonesia memperkenalkan inovasi desain baterai berkapasitas 8.000 mAh yang tetap mempertahankan bodi ramping melalui penggunaan teknologi stacking pada sesi media handson Realme C100 di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Metode penataan komponen baterai secara berlapis dan lebih rapat ini memungkinkan peningkatan kepadatan energi tanpa menambah dimensi ketebalan perangkat secara signifikan. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pengguna akan daya tahan baterai ekstra dalam desain yang tetap ergonomis.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, Public Relations Lead Realme Indonesia, Krisva Angnieszca, menjelaskan bahwa kunci dari desain tipis tersebut terletak pada pemanfaatan ruang internal yang maksimal. Pabrikan melakukan penataan ulang pada motherboard serta menggunakan komponen terintegrasi yang lebih kecil untuk mengurangi ruang kosong.
"Hasilnya, kepadatan energi meningkat sehingga lebih banyak daya bisa dimasukkan ke dalam ruang yang sama. Pendekatan ini membuat ruang di dalam perangkat bisa dimanfaatkan secara maksimal tanpa harus menambah dimensi bodi," jelas Krisva saat sesi media handson Realme C100 di Jakarta.
Dibandingkan dengan mayoritas ponsel saat ini yang menggunakan kapasitas 5.000 hingga 6.000 mAh, Realme C100 menawarkan daya lebih besar untuk aktivitas intensif seperti navigasi dan streaming. Meski mengusung kapasitas jumbo, perangkat ini diklaim tetap nyaman digenggam dibandingkan perangkat pengisi daya portabel.
Data teknis menunjukkan bahwa gabungan ketebalan tiga unit Realme C100 masih 15,9 persen lebih tipis jika disandingkan dengan satu unit powerbank berkapasitas 20.000 mAh. Hal ini menonjolkan efisiensi ruang yang berhasil dicapai melalui integrasi perangkat keras yang lebih padat.
Kebutuhan akan daya tahan baterai kini dianggap sebagai faktor krusial bagi pengguna di era penggunaan berat (heavy usage). Melalui teknologi stacking, produsen berupaya menghilangkan stigma bahwa kapasitas baterai besar harus selalu dibarengi dengan bodi perangkat yang tebal dan berat.