Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional dan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 (Idul Fitri 1447 H).
Total terdapat 10 ruas tol fungsional dengan panjang sekitar 291,13 km dan 15 TIP fungsional di berbagai lokasi strategis yang disiapkan.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan tol dan mengurangi potensi kepadatan di ruas utama selama periode mudik Lebaran. Dody menambahkan dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026), bahwa Kementerian PU dan BUJT terus mempercepat penyelesaian konstruksi sejumlah ruas tol strategis agar dapat dioperasikan secara terbatas saat periode mudik Lebaran.
Sebanyak 10 ruas tol yang masih dalam tahap konstruksi berpotensi difungsikan selama periode mudik Lebaran 2026, tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, dengan total panjang sekitar 291,13 km.
Sumatera
Di Sumatera, terdapat tiga ruas tol yang disiapkan:
- Ruas Sigli-Banda Aceh (24,67 km, progres 94,25%): Dua jalur dua arah, untuk semua golongan kendaraan.
- Ruas Palembang-Betung (53,20 km, progres 90-91%): Dua jalur dua arah, khusus kendaraan Golongan I (non-bus).
- Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (12,86 km, progres 100%): Dua jalur dua arah, untuk semua golongan kendaraan.
Jawa
Enam ruas tol di Pulau Jawa berpotensi difungsikan:
- Ruas Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan 2 (24,08 km, progres 100%): Dua jalur dua arah, untuk semua golongan kendaraan.
- Ruas Probolinggo-Banyuwangi Seksi 3 (25,60 km, progres 95,98%): Dua jalur dua arah, khusus kendaraan Golongan I (non-bus).
- Ruas Serang-Panimbang Seksi 2 (24,17 km, progres 98,10%): Satu jalur satu arah (jalur A), khusus kendaraan Golongan I (non-bus).
- Ruas Ciawi-Sukabumi Seksi 3 hingga akses Karangtengah (4,97 km, progres 71,95%): Satu jalur satu arah, khusus kendaraan Golongan I (non-bus).
- Ruas Jakarta-Cikampek II Selatan (52 km, progres 72-94%): Khusus arus balik dari Sadang menuju Jakarta, untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
- Ruas Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2B (12,23 km, progres 93,30%) dan Yogyakarta-Bawen Seksi 6 (4,98 km, progres 89,93%): Masing-masing satu jalur satu arah, untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Kalimantan
Akses Tol IKN (52,37 km, progres bervariasi hingga 100%) akan difungsikan dua jalur dua arah, khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menjelaskan bahwa skema operasional ruas tol fungsional akan fleksibel dan situasional, menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan. Wilan mengatakan, "Pengaturan dan skema lalu lintas, baik satu arah maupun dua arah terbatas, akan diterapkan sesuai diskresi Kepolisian termasuk dengan waktu operasionalnya. Ruas tol fungsional ini diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (non-bus)."
TIP Fungsional untuk Kenyamanan Pemudik
Selain ruas tol, disiapkan pula 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang masih dalam tahap konstruksi. TIP ini akan difungsikan sementara selama periode mudik Lebaran 2026.
Beberapa TIP yang siap digunakan dilengkapi fasilitas dasar seperti area parkir, SPBU modular, tempat ibadah, toilet, serta tenant UMKM. Di antaranya TIP Sigli-Banda Aceh KM 37+000 A/B, TIP Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat KM 99+800 A/B (siap 100%), dan TIP Palembang-Betung KM 71+000 A/B (progres 95%).
TIP sementara juga tersedia di ruas Cipali KM 77B (eks Gerbang Tol Cikopo) dengan fasilitas minimal. Di Jawa Barat, TIP Cileunyi-Sumedang-Dawuan KM 203+000 A/B juga disiapkan. Sementara di Jawa Tengah, TIP Semarang-Solo KM 439+000 A dan KM 444+000 B siap 100% dengan fasilitas lebih lengkap.
Selanjutnya, TIP Solo-Yogyakarta-NYIA KM 19+000 A dan TIP Pasuruan-Probolinggo KM 844 A/B (progres 30,96%) dilengkapi SPBU, SPKLU, serta fasilitas pendukung lainnya. Adapun TIP Probolinggo-Banyuwangi KM 888 A difungsikan dengan fasilitas dasar.
Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional dilakukan situasional selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pertimbangan utamanya adalah kondisi lalu lintas dan koordinasi lintas sektor. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kelancaran perjalanan dan mengurangi kepadatan di ruas utama.