Samsung Galaxy S26 Series hadir dengan peningkatan signifikan pada kecepatan pengisian daya, baik melalui kabel (wired) maupun nirkabel (wireless). Meski demikian, seri ini tidak dilengkapi magnet bawaan untuk pengisian daya Qi2.
Meskipun bersertifikasi Qi2, Samsung Galaxy S26 Series tetap mengandalkan aksesori eksternal untuk pengisian daya magnetik. Varian Ultra mampu mencapai 60 W untuk pengisian daya kabel dan 25 W untuk pengisian daya nirkabel dengan aksesori yang sesuai.
Samsung memilih untuk memprioritaskan desain yang lebih tipis dan efisiensi ruang internal, daripada mengintegrasikan magnet. Pimpinan R&D Samsung menyatakan bahwa mayoritas pengguna cenderung menggunakan case pelindung yang umumnya sudah dilengkapi magnet, sehingga penambahan magnet internal dianggap kurang perlu.
Keputusan ini berbeda dengan pendekatan Apple yang telah mengadopsi sistem magnetik MagSafe sejak iPhone 12. Walau demikian, Galaxy S26 Series tetap bersertifikasi Qi2 (Qi 2.2.1) dan mendukung kecepatan pengisian daya nirkabel yang lebih tinggi dengan penggunaan case magnetik yang kompatibel.
Dengan kata lain, pengguna dapat memaksimalkan pengisian Qi2 tercepat melalui aksesori tambahan, bukan fitur magnet bawaan. Selain dukungan magnetik, Samsung juga meningkatkan kecepatan pengisian daya pada Galaxy S26 Series dibandingkan generasi sebelumnya.
Varian Ultra kini mendukung pengisian daya kabel hingga 60 W, naik dari 45 W pada S25 Ultra. Pengisian daya nirkabel mencapai 25 W pada model Ultra dengan aksesori yang kompatibel. Model Galaxy S26+ memperoleh peningkatan pengisian daya nirkabel hingga 20 W, sementara Galaxy S26 dasar tetap 15 W untuk pengisian nirkabel.
Kombinasi peningkatan kecepatan pengisian daya dan dukungan standar Qi2 memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang ingin memaksimalkan efisiensi pengisian daya, bahkan tanpa magnet internal pada perangkat.