Raksasa teknologi Samsung memprediksi kelangkaan pasokan memori global akan terus berlanjut hingga tahun 2027 akibat tingginya permintaan pusat data kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini disampaikan manajemen dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 pada Sabtu (2/5/2026).
Kesenjangan antara ketersediaan barang dan permintaan konsumen diperkirakan akan semakin melebar pada tahun depan dibandingkan kondisi saat ini. Defisit pasokan tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga perangkat elektronik seperti smartphone, komputer pribadi (PC), hingga konsol permainan di pasar global.
"Pasokan kami jauh di bawah permintaan pelanggan," kata Kim Jaejune, eksekutif bisnis chip memori Samsung dalam konferensi pers sebagaimana dilansir dari Detik iNET yang mengutip Reuters. Ia menambahkan bahwa berdasarkan pesanan yang diterima, tren kelangkaan ini tidak akan membaik dalam waktu dekat.
Lonjakan pembangunan infrastruktur AI memaksa Samsung dan produsen semikonduktor lainnya mengalihkan kapasitas produksi mereka. Fokus manufaktur kini lebih diprioritaskan pada chip canggih untuk akselerator AI daripada memori konvensional yang digunakan perangkat harian.
Keputusan pengalihan kapasitas ini menyebabkan produksi memori untuk perangkat seluler dan PC mengalami penurunan signifikan. Akibatnya, harga komponen standar tersebut terus meroket karena ketersediaan di pasar yang semakin terbatas bagi produsen perangkat elektronik.
Meskipun menghadapi kendala pasokan, divisi chip Samsung mencatatkan rekor laba operasional sebesar 53,7 triliun won pada kuartal pertama 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan perolehan 1,1 triliun won pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, pendapatan total perusahaan mengalami kenaikan sebesar 69 persen menjadi 133,9 triliun won. Samsung juga mengeklaim telah mengamankan kontrak mengikat multi-tahun dengan beberapa pelanggan besar guna menjamin ketersediaan pasokan memori di masa depan.
Terkait risiko geopolitik, Samsung menyatakan konflik di Timur Tengah sejauh ini belum mengganggu proses produksi chip mereka. Perusahaan telah melakukan diversifikasi sumber gas manufaktur dan bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik dan biaya logistik.