Samsung Hentikan Penjualan TV dan Alat Rumah Tangga di China

Samsung Electronics resmi menghentikan penjualan TV dan alat rumah tangga di China akibat persaingan ketat dengan produsen lokal per Mei 2026.

Samsung Electronics resmi menghentikan penjualan perangkat televisi (TV) dan peralatan rumah tangga di pasar China mulai Jumat, 8 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul persaingan yang kian agresif dari pabrikan lokal serta perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat di negara tersebut.

Dilansir dari Detik iNET, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini memilih untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap operasionalnya. Perusahaan memutuskan untuk memangkas distribusi produk jadi yang memiliki margin keuntungan rendah di segmen menengah ke bawah.

Meskipun menghentikan penjualan unit elektronik konsumen tertentu, Samsung tidak meninggalkan pasar China sepenuhnya. Sumber daya perusahaan kini dialihkan untuk memperkuat sektor bisnis yang dinilai lebih menguntungkan dan memiliki prospek jangka panjang.

Bisnis perangkat seluler tetap dipertahankan dengan fokus pada produk premium seperti smartphone layar lipat seri W yang eksklusif untuk pasar China. Selain itu, layanan berbasis Galaxy AI akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan perusahaan kecerdasan buatan lokal guna menyesuaikan preferensi konsumen setempat.

Keputusan ini juga tidak mengganggu operasional fasilitas produksi dan pusat penelitian di Negeri Tirai Bambu. Pabrik peralatan rumah tangga di Suzhou serta fasilitas semikonduktor di Xi'an dan Suzhou dipastikan tetap beroperasi secara normal untuk mendukung rantai pasok global.

Terkait manajemen internal, Samsung telah menunjuk Lee Won-jin sebagai kepala baru Visual Display Business and Service Business Team pada 4 Mei lalu. Penunjukan ini merupakan bagian dari perombakan pimpinan divisi TV menjelang pelaksanaan restrukturisasi bisnis secara menyeluruh.

Indikasi mundurnya Samsung dari pasar alat rumah tangga di China sebenarnya telah terdeteksi sejak April 2026. Laporan media lokal menyebutkan adanya pembatalan pesanan besar dan penundaan pengiriman monitor, di mana distributor hanya menghabiskan sisa stok gudang tanpa menerima pasokan unit baru.

Bagi konsumen yang telah memiliki produk Samsung, perusahaan menjamin layanan purnajual akan tetap tersedia. Seluruh perbaikan, baik yang masuk dalam masa garansi maupun layanan berbayar, tetap berjalan sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen yang berlaku di China.

Recommended