Shivon Zilis Ungkap Proses Donasi Sperma Elon Musk untuk Bayi Tabung

Eksekutif Neuralink Shivon Zilis memberikan kesaksian mengenai proses bayi tabung menggunakan donasi sperma Elon Musk tanpa hubungan romantis awal.

Eksekutif Neuralink Shivon Zilis memberikan kesaksian pada Sabtu, 9 Mei 2026, mengenai proses kehamilan empat anaknya melalui metode bayi tabung (IVF) menggunakan donasi sperma dari Elon Musk. Zilis mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut awalnya bersifat murni platonis tanpa didasari ikatan romantis.

Dilansir dari Detik iNET, Zilis menjelaskan bahwa keputusan tersebut bermula dari keinginan kuatnya untuk menjadi seorang ibu. Pada saat yang sama, Musk menawarkan diri untuk menjadi donor sel telur guna mendukung peningkatan populasi di lingkungan sekitarnya.

"Saya sangat ingin menjadi seorang ibu, dan Elon mengajukan tawaran sekitar waktu itu, dan saya menerimanya," ujar Shivon Zilis, Eksekutif Neuralink. Ia menambahkan bahwa Musk menyadari dirinya belum memiliki anak dan terus mendorong orang-orang terdekatnya untuk membangun keluarga.

Keadaan ini sempat memicu pembahasan mengenai potensi konflik kepentingan di level korporasi. Zilis diketahui menjabat di tim kepemimpinan Neuralink sekaligus menjadi anggota dewan direksi OpenAI hingga tahun 2023, posisi yang ia pertahankan meski Musk telah meninggalkan OpenAI pada 2018.

Dalam kesaksiannya, Zilis menyebut periode tersebut sebagai fase transisi yang unik di antara dua perusahaan teknologi besar. Meskipun hubungan mereka kemudian berkembang menjadi romantis setelah kelahiran anak-anak, ia membantah telah membocorkan informasi rahasia kepada Musk selama menjabat di OpenAI.

Pihak OpenAI melalui pernyataan Greg Brockman mengonfirmasi bahwa dewan direksi semula memercayai Zilis untuk mengelola potensi konflik kepentingan tersebut. Hal ini didasari pada pemahaman bahwa pengaturan reproduksi antara keduanya merupakan prosedur medis yang tidak melibatkan hubungan pribadi.

Langkah Elon Musk ini sejalan dengan pandangan pribadinya yang sering memperingatkan publik mengenai risiko keruntuhan populasi global. Pendiri SpaceX tersebut kini tercatat memiliki sekitar 14 anak dari beberapa ibu berbeda sebagai bentuk tindakan nyata atas kekhawatiran demografisnya.

Selain urusan domestik, Musk juga sempat melontarkan gagasan untuk mendonorkan spermanya demi mendukung kolonisasi di Mars. Ia menargetkan pembentukan kota mandiri berpenduduk satu juta jiwa, meskipun proyeksi pendaratan NASA di planet merah tersebut diperkirakan baru terjadi pada dekade 2030-an atau 2040-an.

Recommended