Berbagai produsen teknologi menghadirkan tablet sebagai alternatif perangkat kerja ringan hingga menengah bagi pengguna dengan mobilitas tinggi di Indonesia pada Selasa, 28 April 2026. Perangkat ini dinilai semakin relevan berkat integrasi sistem operasi yang matang serta dukungan aksesori produktivitas yang mumpuni.
Pasar otomasi perkantoran saat ini diramaikan oleh lima model utama dengan rentang harga mulai dari Rp7 juta hingga Rp30 juta. Dilansir dari Medcom, tablet-tablet tersebut telah dibekali perangkat keras yang mampu menangani tugas kreatif hingga administratif layaknya sebuah komputer portabel.
Microsoft Surface Pro 11 menjadi varian dengan performa paling mendekati laptop karena menjalankan sistem operasi Windows penuh. Perangkat seberat 895 gram ini dipasarkan pada kisaran harga Rp22 juta hingga Rp30 juta, tergantung pada spesifikasi RAM dan SSD yang dipilih pengguna.
Samsung Galaxy Tab S11 Ultra dan Apple iPad Pro M4 menempati segmen premium dengan keunggulan pada sektor layar dan kecepatan prosesor. Galaxy Tab S11 Ultra mengandalkan layar AMOLED 14,6 inci seharga Rp19-23 jutaan, sementara iPad Pro M4 menyasar para kreator profesional dengan harga mulai Rp18 juta hingga Rp27 juta.
Untuk segmen yang lebih kompetitif, Huawei MatePad Pro 12.2 dan Xiaomi Pad 7 Pro menawarkan solusi produktivitas dengan harga yang lebih terjangkau. Huawei membanderol paket penjualannya di angka Rp11-14 juta, sedangkan Xiaomi Pad 7 Pro menjadi opsi termurah dengan kisaran harga Rp7-9 juta.
| Model Perangkat | Bobot | Estimasi Harga (Rp) |
|---|---|---|
| Microsoft Surface Pro 11 | 895 gram | 22 – 30 Juta |
| Samsung Galaxy Tab S11 Ultra | 730 gram | 19 – 23 Juta |
| Apple iPad Pro M4 | 580 gram | 18 – 27 Juta |
| Huawei MatePad Pro 12.2 | 600 gram | 11 – 14 Juta |
| Xiaomi Pad 7 Pro | 500 gram | 7 – 9 Juta |
Meskipun mampu memproses dokumen dan rapat daring dengan lancar, laptop masih dianggap sebagai perangkat utama untuk pekerjaan teknis yang lebih kompleks. Pengolahan data skala besar, pemrograman penuh, serta penggunaan perangkat lunak profesional tertentu tetap memerlukan performa dan kompatibilitas yang hanya dimiliki oleh laptop konvensional.