Proses rekrutmen yang memakan waktu dan biaya menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan. TalentGO.AI hadir menawarkan solusi dengan asisten HR virtual berbasis AI, yang diklaim mampu mempercepat proses rekrutmen hingga enam kali lipat.
Kondisi ini terutama dirasakan oleh bisnis kecil dan menengah (UKM) yang seringkali kekurangan sumber daya HR khusus. Beban rekrutmen yang besar dapat mengalihkan fokus dari kegiatan operasional inti.
TalentGO.AI memperkenalkan layanan "AI Virtual HR" untuk menyederhanakan proses rekrutmen. Valencia Gabriella, CEO & Founder TalentGO.AI, mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari pengalamannya sejak tahun 2020.
"Perjalanan TalentGO.AI dimulai dari sebuah keresahan personal saya sejak tahun 2020. Saat itu, saya melihat sulitnya para kandidat dalam menemukan pekerjaan, namun di sisi lain para pemilik bisnis sering kali kesulitan mencari kandidat yang tepat," ujarnya.
TalentGO.AI, yang resmi diluncurkan pada tahun 2025, mengklaim bahwa teknologi AI yang mereka gunakan mampu memangkas waktu rekrutmen secara signifikan.
"Hadir pada tahun 2025 lalu dan didukung oleh bantuan teknologi AI, kami memotong proses rekrutmen yang lambat menjadi 6 kali lebih cepat," tambah Valencia.
Sistem AI mempercepat *screening* awal hingga 80%. Platform ini membaca pola dan konteks dalam CV untuk menilai kesesuaian kandidat, bukan hanya mencocokkan kata kunci. Kandidat kemudian diurutkan berdasarkan tingkat kecocokan dan kualifikasi.
Dengan demikian, perusahaan dapat fokus pada kandidat terbaik tanpa perlu mewawancarai semua pelamar dari awal.
TalentGO.AI menekankan transparansi penilaian. Setiap kandidat dilengkapi indikator kompetensi yang dapat ditinjau oleh rekruter, bukan hanya skor akhir.
Dalam 75 siklus rekrutmen, TalentGO.AI mencatat tingkat keselarasan penilaian AI dengan standar rekruter berada di kisaran 85-90%. Moderasi manual tetap dilakukan pada sebagian kecil kandidat di tahap *shortlist*.
Platform ini menyediakan mekanisme *override* dan kalibrasi berkala untuk meminimalkan risiko bias, tetapi keputusan akhir tetap di tangan manusia.
"Dengan bantuan teknologi, pekerjaan manual dan repetitif dalam rekrutmen bisa dipersingkat dan dimudahkan. Namun, keputusan tetap ada pada manusia. Rekruter tetap menentukan kandidat terbaik yang layak dipanggil untuk tahap berikutnya, dan proses wawancara tetap dilakukan secara langsung untuk memastikan kecocokan kandidat," jelas Valencia.
Sejak diluncurkan, TalentGO.AI telah digunakan oleh lebih dari 50 perusahaan, mendukung 130 posisi aktif, dan menjangkau lebih dari 30.000 kandidat dalam tiga bulan pertama.
Platform ini mengklaim mampu mempercepat proses rekrutmen dari pencarian kandidat hingga *offering* hanya dalam tiga hari, termasuk untuk perusahaan di sektor teknologi, ritel, manufaktur, F&B, *fashion*, hingga agensi.
TalentGO.AI menawarkan beberapa model layanan untuk memenuhi kebutuhan beragam perusahaan, mulai dari *screening* AI mandiri, *sourcing* dan *screening* oleh tim internal TalentGO.AI, hingga layanan *end-to-end* termasuk *headhunter* premium.
Model bisnisnya dirancang fleksibel tanpa kewajiban berlangganan, sehingga UKM tidak perlu berinvestasi besar pada sistem rekrutmen.
"Melalui model yang kami tawarkan, TalentGO.AI memposisikan rekrutmen bukan lagi sebagai beban administratif yang panjang dan mahal, melainkan sebagai proses yang lebih ringkas sehingga perusahaan bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis utama," tutup Valencia.