Ilmuwan Temukan Spesies Baru pada Kerangka Paus di Antartika

Ekspedisi laut dalam di Antartika mengungkap sembilan spesies baru yang hidup di kerangka paus minke pada kedalaman 1.444 meter.

Tim peneliti kelautan internasional menemukan sembilan spesies biota laut baru pada kerangka paus minke di dasar Samudra Selatan, Antartika, dalam ekspedisi yang berlangsung pada Januari 2010. Penemuan di kedalaman 1.444 meter ini mengungkap bagaimana ekosistem laut dalam bertahan hidup di suhu ekstrem tanpa cahaya matahari.

Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, kerangka sepanjang 10,7 meter tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh tim ekspedisi Inggris menggunakan kapal RRS James Cook. Lokasi temuan berada di kawah bawah laut dekat Kepulauan South Sandwich dengan kondisi lingkungan yang hampir membeku.

Identifikasi menunjukkan bangkai tersebut merupakan paus minke Antartika (Balaenoptera bonaerensis) yang sudah mengalami pembusukan lanjut. Pada fase ini, bakteri memecah lemak tulang untuk menghasilkan energi kimiawi melalui proses kemosintesis yang menghidupi berbagai organisme pemakan bangkai.

"Kami baru saja menyelesaikan penyelaman menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh milik Inggris, Isis, ketika kami melihat sekilas deretan bongkahan berwarna pucat di kejauhan, yang ternyata tulang belakang paus di dasar laut," kata Jon Copley, profesor eksplorasi laut University of Southampton.

Di antara biota yang ditemukan, terdapat krustasea isopoda yang menyerupai kutu kayu bawah air dan siput laut jenis Lepetodrilus yang belum pernah dideskripsikan sebelumnya. Peneliti juga mencatat keberadaan cacing Osedax atau cacing zombi yang mampu melarutkan tulang menggunakan zat asam untuk mengambil nutrisi.

Temuan ini memberikan data penting mengenai metode penyebaran organisme di habitat terisolasi pada wilayah samudra yang luas. Adrian Glover dari Natural History Museum London menyebutkan bahwa cara invertebrata kecil berpindah di antara bangkai paus yang terpisah jauh masih menjadi misteri besar dalam biologi laut dalam.

Ekspedisi tersebut menegaskan bahwa bangkai paus yang tenggelam berfungsi sebagai sumber nutrisi utama bagi kehidupan di dasar laut Antartika. Tanpa adanya tumbuhan yang berfotosintesis, sisa organik seperti ini menjadi jamuan melimpah yang dapat bertahan hingga beberapa dekade di kedalaman samudra.

Recommended