Titik Rawan Macet Mudik Lebaran 2026 Teridentifikasi

Pemerintah dan kepolisian memetakan puluhan titik rawan macet di Jawa dan Sulawesi untuk Mudik Lebaran 2026.

Pemerintah bersama kepolisian telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang perlu diwaspadai selama periode mudik Lebaran 2026. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk kelancaran arus mudik di berbagai wilayah.

Fokus utama pemetaan berada di Pulau Jawa dan Sulawesi. Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, teridentifikasi 46 titik rawan kemacetan yang memerlukan perhatian khusus. Wilayah ini diperkirakan akan menjadi tujuan bagi 17,7 juta pemudik.

Jalur Pantura menjadi area krusial, terutama di sekitar pasar tumpah dan persimpangan besar. Daerah Brebes, khususnya Pasar Tonjong (Karang Sawah), sering menjadi titik penyempitan atau bottleneck.

Di Semarang, antrean panjang diperkirakan terjadi di Gate Manyaran. Jalur arteri lainnya berpotensi macet di sekitar pasar tradisional dan area rawan bencana seperti genangan air atau longsor, dengan total 46 lokasi berbeda.

Di Jawa Barat, Tol Jakarta – Cikampek menjadi perhatian, terutama di titik pertemuan arus dari Jakarta menuju jalur utara dan selatan. Tol Cipali berisiko mengalami antrean di pintu keluar Gerbang Tol Palimanan, serta penumpukan di Rest Area KM 102 dan KM 130.

Untuk jalur selatan, risiko kemacetan terdapat di area Limbangan – Malambong – Gentong yang memiliki kontur jalan berliku dan tanjakan tajam. Jalur Puncak dan Nagreg juga selalu padat saat puncak arus mudik, terutama karena menjadi jalur wisata dan arteri.

Wilayah Banten dan area penyeberangan via Pelabuhan Merak berpotensi mengalami antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Bakauheni. Terdapat sekitar 12 titik rawan macet di wilayah hukum Polda Banten yang mengarah ke pelabuhan penyeberangan.

Di Sulawesi Selatan (Sulsel), teridentifikasi 23 ruas jalan yang rawan macet, dengan 14 titik utama dipicu oleh aktivitas pasar tumpah di pinggir jalan nasional.

Untuk menghindari kemacetan saat mudik Lebaran 2026, ada beberapa tips yang dapat diperhatikan. Pertama, pantau jadwal rekayasa lalu lintas seperti one way atau contraflow yang biasanya berlaku pada periode pertama (17–20 Maret 2026).

Kedua, periksa kondisi kendaraan dan pastikan peralatan darurat serta surat kendaraan lengkap sebelum berangkat. Pertimbangkan penggunaan jalur alternatif, seperti jalur lintas selatan atau jalan tol baru yang mungkin sudah fungsional.

Recommended