Ukraina Tawarkan Teknologi Penangkal Drone ke Timur Tengah

Ukraina menawarkan teknologi penangkal drone buatannya ke negara-negara Timur Tengah, setelah sukses mengembangkannya sejak 2022.

Teknologi penangkal drone yang dikembangkan Ukraina sejak tahun 2022, dilaporkan menarik minat sejumlah negara di Timur Tengah. Sistem pertahanan udara kompleks dan berlapis ini mencakup berbagai metode, dari penembak bergerak hingga drone pencegat berbiaya rendah.

Invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, diwarnai dengan penggunaan masif drone Shahed buatan Iran. Serangan drone kamikaze ini menargetkan infrastruktur sipil dan menjadi ancaman serius.

Setelah lima tahun berperang, Ukraina mengklaim tingkat keberhasilan mencegat drone Rusia mencapai sekitar 80%. Sistem pertahanan berlapis ini juga memanfaatkan berbagai perangkat peperangan elektronik.

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, menyatakan bahwa lebih dari 70% drone Shahed yang mengarah ke Kyiv dan sekitarnya berhasil ditembak jatuh oleh drone pencegat pada bulan Februari.

Ukraina mulai mengembangkan senjata pencegat pada tahun 2024 dan menggunakannya secara luas pada tahun 2025. Drone pencegat dirancang untuk mendeteksi, mengejar, dan menetralisir drone musuh melalui benturan kinetik, bahan peledak, atau jaring.

Kementerian Pertahanan Ukraina melaporkan bahwa unit-unit Angkatan Bersenjata menerima lebih dari 1.500 drone pencegat anti-Shahed setiap hari per 7 Januari. Pemanfaatan drone pencegat ini membantu menghemat rudal darat ke udara yang lebih mahal dan terbatas.

Dengan harga antara 1.000 hingga 4.000 euro, drone pencegat jauh lebih ekonomis dibandingkan drone Shahed yang harganya berkisar antara 25.000 hingga 40.000 euro. Perbandingan harga menjadi sangat kontras jika dibandingkan dengan sistem pertahanan udara Patriot, di mana satu rudalnya berharga sekitar 3,5 juta euro.

Selain mahal, rudal Patriot tidak dirancang untuk menghadapi drone semacam Shahed. Serangan drone Iran di Kuwait yang menewaskan enam personel militer AS di awal perang menjadi buktinya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyoroti bahwa dalam tiga hari pertempuran di Timur Tengah, lebih dari 800 rudal Patriot digunakan, melebihi total rudal yang diterima Ukraina. "Semua orang paham Patriot saja tidak cukup," kata Zelensky, dikutip detikINET dari Euro News.

Ukraina siap menyediakan drone pencegat sebagai pengganti rudal pertahanan udara. Beberapa negara Timur Tengah dilaporkan sudah mulai mengenal drone pencegat Ukraina.

Produsen Ukraina, SkyFall, memamerkan drone pencegat P1-SUN di Dubai Airshow 2025 pada November lalu. Ini menandai pertama kalinya sistem tersebut dipamerkan di luar Ukraina.

Dewan Keamanan Ukraina menyatakan bahwa negara tersebut memproduksi 100.000 drone pencegat pada tahun 2025, meningkat delapan kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Zelensky menyebutkan bahwa kapasitas produksi dapat terus meningkat karena saat ini terdapat 450 produsen drone di Ukraina, di mana 40 hingga 50 di antaranya adalah produsen papan atas. Setelah Ukraina membuka keran ekspor senjata, angka produksi diprediksi akan melonjak seiring permintaan internasional.

Recommended