Produsen smartphone Android mulai mengubah strategi perangkat keras dengan mengurangi penggunaan sensor kamera premium pada Senin (27/4/2026) guna merespons lonjakan harga komponen memori. Langkah efisiensi ini diambil menyusul biaya produksi yang meningkat tajam akibat krisis pasokan DRAM dan penyimpanan flash di pasar global.
Kenaikan harga komponen memori seperti DRAM dan NAND flash berdampak langsung pada margin keuntungan vendor yang semakin menipis di pasar kompetitif. Seperti dilansir dari Medcom melalui laporan WCCF Tech, harga kombinasi RAM LPDDR6 dan storage UFS 5.0 saat ini diprediksi melampaui harga unit chipset flagship.
Satu unit chipset kelas atas seperti Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro diperkirakan memiliki harga di atas USD300. Tingginya biaya tersebut memaksa produsen melakukan penyesuaian pada area lain, termasuk sektor kamera, agar harga jual perangkat tetap terjangkau bagi konsumen.
Laporan dari tipster industri menyebutkan bahwa permintaan terhadap sensor kamera kelas atas mulai menurun karena selisih kualitasnya dinilai tidak terlalu signifikan dibanding sensor di bawahnya. Strategi ini dianggap sebagai solusi logis untuk menjaga keseimbangan beban biaya produksi tanpa mengorbankan performa utama perangkat.
Sebagai kompensasi penurunan spesifikasi fisik, para vendor mengalihkan fokus pada pengembangan perangkat lunak dan algoritma pemrosesan gambar. Perusahaan-perusahaan dilaporkan menambah jumlah engineer untuk mengoptimalkan kemampuan fotografi pada kondisi minim cahaya serta fitur telephoto.
Peningkatan kemampuan software ini bertujuan agar sensor non-flagship tetap mampu menghasilkan kualitas gambar yang setara dengan perangkat premium. Pendekatan serupa sebelumnya telah diterapkan oleh produsen besar seperti Samsung dan Google yang mengandalkan optimalisasi perangkat lunak untuk meningkatkan hasil akhir foto.
Hingga saat ini, biaya komponen memori belum menunjukkan tanda-tanda penurunan harga yang signifikan. Optimalisasi software dipandang sebagai langkah bisnis yang paling memungkinkan bagi produsen untuk tetap kompetitif sekaligus menjaga pengalaman pengguna di tengah tekanan krisis komponen global.