Platform digital WeWatch resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan media milik negara China, China Broadcasting and Television Media Co., Ltd. (CBM), untuk mendistribusikan ratusan konten drama pendek vertikal di Indonesia dan Asia Tenggara pada Senin (11/5/2026).
Kolaborasi yang diumumkan di Jakarta ini bertujuan membawa konten hiburan premium milik CBM ke pasar internasional dengan format video pendek. Kerja sama ini menandai ekspansi agresif format micro drama yang tengah populer di pasar global ke wilayah regional.
Dilansir dari Detik iNET, kedua perusahaan berencana merilis ratusan judul drama pendek sepanjang tahun 2026. Konten tersebut dirancang khusus untuk perangkat seluler dengan durasi per episode berkisar antara satu hingga tiga menit dan alur cerita yang padat.
Format micro drama ini mengadopsi gaya visual vertikal yang mirip dengan pengalaman pengguna pada aplikasi TikTok atau Instagram Reels. Strategi ini diambil untuk merespons pergeseran konsumsi hiburan masyarakat yang kini lebih banyak diakses melalui smartphone.
"Drama pendek merevolusi cara orang mengonsumsi hiburan. Dengan memadukan penceritaan luar biasa dari CBM dan kemampuan distribusi serta pelokalan WeWatch yang kuat, kami menggabungkan kekuatan masing-masing untuk menciptakan pengalaman hiburan yang benar-benar global," kata Sarah Wang, CEO WeWatch.
Guna memastikan konten dapat diterima oleh audiens lokal, WeWatch dan CBM akan melakukan proses pelokalan penuh. Penyesuaian ini mencakup gaya penyajian dan alur cerita agar selaras dengan budaya penonton di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
CBM merupakan anak perusahaan di bawah China Radio and Television Network Co., Ltd. (CBN) yang memiliki lisensi produksi dan distribusi global. Perusahaan ini mengoperasikan Lemon Theater App yang telah menjangkau lebih dari 100 juta pengguna di berbagai platform.
Sementara itu, WeWatch yang berbasis di Singapura merupakan pengelola media digital yang sudah memiliki operasi aktif di Indonesia dan Kamboja. Masuknya konten dari China ini diprediksi akan memperketat persaingan industri hiburan video pendek di tanah air.