Google dan YouTube menegaskan komitmennya dalam mendukung perlindungan generasi muda Indonesia di ruang digital. Penekanan ini muncul seiring dengan pembahasan mengenai implementasi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Tunas (PP Tunas).
Perusahaan teknologi ini menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan pemerintah melalui pendekatan berbasis risiko, dengan mengutamakan mekanisme penilaian mandiri bagi pelaku industri.
Menurut Google, perlindungan anak yang efektif bukan hanya tentang larangan, tetapi tentang menciptakan ekosistem digital yang sehat. Berbagai fitur kontrol orang tua telah dihadirkan oleh YouTube, termasuk timer khusus untuk Shorts, teknologi verifikasi usia berbasis AI, serta penguncian waktu layar via Family Link.
Fitur-fitur kesejahteraan digital juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Pengingat "Istirahat Sejenak", notifikasi yang dimatikan setelah pukul 22.00, dan penghentian autoplay bagi pengguna di bawah 18 tahun dirancang untuk menjaga keseimbangan penggunaan teknologi.
YouTube dipandang sebagai ruang belajar terbuka terbesar di Indonesia dalam konteks pendidikan. Hasil survei menunjukkan bahwa 90 persen orang tua menganggap YouTube mempermudah akses pembelajaran, sementara 96 persen guru telah mengintegrasikan konten YouTube ke dalam rencana pembelajaran formal.
Ekosistem Edukreator yang dikembangkan oleh YouTube turut mendukung kurikulum digital, membuka peluang kerja baru, dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Selain itu, Google bekerja sama dengan mitra lokal untuk memperkuat literasi digital. Lebih dari 2.500 guru bimbingan konseling telah dilatih untuk menghadapi tantangan seperti ketergantungan smartphone dan kesehatan mental remaja.
Buku Panduan Kesejahteraan Digital, yang disusun bersama PDSKJI, RSCM, dan Universitas Indonesia, menjadi rujukan bagi keluarga. Google juga menjalankan program Youth Champions yang melibatkan anak muda sebagai advokat keamanan digital di kalangan sebaya.
Google menekankan pentingnya partisipasi industri yang transparan dalam menciptakan kerangka kerja berbasis risiko. Perusahaan ini optimis bahwa dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, PP Tunas dapat menjadi landasan kuat untuk melindungi anak-anak Indonesia, sekaligus memastikan mereka tetap memiliki akses terhadap manfaat dunia digital.